Padang, Rakyatterkini.com – Perumda Air Minum Kota Padang kembali melakukan pembenahan infrastruktur untuk meningkatkan keandalan layanan air bersih kepada masyarakat. Setelah menyelesaikan perbaikan pada fasilitas Accelerator 1, perusahaan kini melanjutkan pekerjaan pada Accelerator 2 di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
Pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) dan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga pekan. Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur sekaligus peningkatan kapasitas dan keandalan sistem penyediaan air bersih di Kota Padang.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan PT Hutama Karya sebagai bagian dari penanganan darurat infrastruktur.
Direktur Operasional Perumda Air Minum Kota Padang, Afrizal Kuning, bersama Kepala Hubungan Masyarakat, Adhie Zein, mengatakan pengerjaan Accelerator 2 merupakan tahap lanjutan yang penting untuk memastikan sistem pengolahan dan distribusi air dapat kembali bekerja secara maksimal.
Kepala Hubungan Masyarakat Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa perbaikan Accelerator 2 melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya telah dilakukan pada Accelerator 1.
"Perbaikan Accelerator 2 ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan pada Accelerator 1. Pelaksanaannya diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu agar pelayanan kepada pelanggan bisa kembali optimal," ujarnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, penyesuaian terhadap sistem distribusi di lapangan tidak dapat dihindari. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan aliran air ke sejumlah wilayah pelanggan mengalami penurunan debit hingga penghentian sementara pada waktu tertentu.
Gangguan pada periode pagi hingga siang hari berpotensi dirasakan pelanggan di Batang Kapur, Taman Siswa, kawasan GOR, Alai Belakang Pasar, Kampung KB, Perjuangan, Sumatera, Sawahan, Sutomo, Aur Duri, Alang Laweh, dan wilayah di sekitarnya.
Sementara pada malam hari, gangguan distribusi diperkirakan dapat terjadi di kawasan Adabiah, Jati Parak Salai, Pulai Banda Kali, Ampang, Belanti, Pramuka, Pekan Baru, Banda Pulau Karam, serta daerah sekitarnya.
Adapun sejumlah kawasan lain diperkirakan mengalami gangguan aliran secara tidak menentu pada siang maupun malam hari. Wilayah tersebut antara lain Purus, Olo Ladang, Pancasila, Koto Marapak, Hayam Wuruk, Banda Puruih, Rohana Kudus, dan Parak Salai.
Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak agar melakukan persiapan selama pekerjaan berlangsung. Salah satunya dengan menyediakan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan. Kami juga berharap dukungan masyarakat agar proses perbaikan dapat berjalan dengan baik. Pelanggan di wilayah terdampak kami imbau menyiapkan air secukupnya," kata Adhie.
Untuk membantu pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, Perumda Air Minum Kota Padang juga menyiapkan armada tangki air sebagai bagian dari layanan tanggap darurat.
Permintaan distribusi air bersih melalui mobil tangki dapat disampaikan dengan menghubungi layanan pelanggan di 1500030, melalui WhatsApp 0811669123, atau lewat pesan langsung pada akun Instagram resmi @perumdampadang.(da*)


