Notification

×

Iklan

80 Huntap Dibangun di III Koto Silungkang, Harapan Baru Korban Bencana Alam Mulai Terwujud

Rabu, 02 September 2026 | 18:10 WIB Last Updated 2026-09-28T03:36:39Z

Tim pembangunan huntap meninjau lokasi di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumatera Barat.

Agam, Rakyatterkini.com — Harapan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman mulai menemukan titik terang. 

Pemerintah kini memasuki tahap pelaksanaan pembangunan 80 unit Hunian Tetap (Huntap) Koto di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.

Tahapan pembangunan ditandai dengan penyerahan lokasi pekerjaan dan personel pembangunan Huntap yang dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pembangunan hunian yang diproyeksikan menjadi tempat tinggal baru bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Huntap tersebut dirancang untuk menyediakan hunian yang layak, aman dan nyaman, sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.

Penyerahan lokasi pekerjaan dan personel dipimpin Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satuan Kerja Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Satker PKP) Provinsi Sumatera Barat, Ridho Ruzika, bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi.


Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Polsek Palembayan, Koramil 11 Palembayan, Sekretaris Kecamatan Palembayan, perangkat Pemerintah Nagari III Koto Silungkang, tokoh dan pemuka masyarakat, serta Direktur PT Dame Uli Jadiaman Indah selaku pelaksana pekerjaan.

Dalam kegiatan itu, seluruh pihak menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi selama pembangunan berlangsung. Pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah nagari, masyarakat dan kontraktor diharapkan dapat bersama-sama mengawal pekerjaan agar berjalan sesuai ketentuan teknis, mutu serta target waktu yang ditetapkan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, mengatakan pembangunan 80 unit Huntap tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Menurutnya, Huntap tidak sekadar menjadi bangunan fisik berupa rumah, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya mengembalikan rasa aman dan kepastian hidup masyarakat terdampak.

“Pembangunan Huntap ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga merupakan bagian dari proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak ikut mengawal proses pembangunan sehingga pekerjaan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.

Sementara itu, PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker PKP Provinsi Sumatera Barat, Ridho Ruzika, mengingatkan agar pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.


Koordinasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan dan masyarakat juga dinilai penting untuk mencegah berbagai kendala selama proses pembangunan.

Dukungan aparat keamanan dari Polsek Palembayan dan Koramil 11 Palembayan turut diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi proyek. Pemerintah kecamatan, pemerintah nagari serta tokoh masyarakat juga diharapkan ikut menciptakan suasana yang kondusif.

Dengan diserahkannya lokasi pekerjaan dan personel, pembangunan 80 unit Huntap Koto di Nagari III Koto Silungkang kini memasuki tahap pelaksanaan.

Pemerintah Kabupaten Agam bersama seluruh pihak terkait akan terus melakukan koordinasi dan pengawasan agar pembangunan berjalan optimal, selesai sesuai target, dan segera dapat ditempati masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Bagi warga terdampak bencana, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek perumahan. Di balik 80 unit rumah yang akan berdiri, ada harapan untuk kembali menata kehidupan dan memulai lembaran baru di tempat tinggal yang lebih aman. (vani)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update