Notification

×

Iklan

Warga Soroti Pelayanan BBM Subsidi di SPBU Batang Lingkin

Jumat, 21 Agustus 2026 | 03:55 WIB Last Updated 2026-08-20T20:55:00Z

SPBU Batang Lingkin, Kabupaten Pasaman Barat.

Pasbar, Rakyatterkini.com – Dugaan adanya perbedaan pelayanan dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi perhatian warga di SPBU Batang Lingkin, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 09.15 WIB.

Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait antrean panjang kendaraan di SPBU tersebut. Berdasarkan video yang diterima redaksi, antrean kendaraan konsumen umum terlihat cukup panjang. Dalam rekaman itu juga tampak sejumlah kendaraan mengisi BBM di salah satu pompa yang kemudian dicurigai warga berkaitan dengan aktivitas pelangsiran BBM subsidi.

Salah seorang konsumen yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku harus menunggu sekitar satu jam untuk mendapatkan Pertalite. Namun, ketika sampai di pompa, ia menyebut hanya diperbolehkan melakukan pengisian senilai sekitar Rp50 ribu.

Konsumen tersebut kemudian mempertanyakan kebijakan itu setelah melihat kendaraan lain di pompa berbeda yang menurut pengamatannya mendapatkan BBM dengan nominal lebih besar. Perbedaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keseragaman pelayanan kepada masyarakat dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Dugaan tersebut selanjutnya ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah media daring. Dalam informasi yang beredar, terdapat pula tudingan mengenai adanya jalur tertentu bagi pelangsir serta pungutan di SPBU Batang Lingkin. Namun, tudingan tersebut hingga kini belum terbukti dan belum ada keputusan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran.

Pihak manajemen SPBU Batang Lingkin membantah adanya pungutan maupun jalur khusus untuk pelangsir BBM bersubsidi.

“Kami membantah adanya uang kutipan ke pelangsir. Itu tidak benar. SPBU kami melayani sesuai aturan dan prosedur dari Pertamina,” kata Pengawas SPBU Batang Lingkin, Herlin, Kamis (20/8/2026).

Mengenai penggunaan pompa tertentu, manajemen menjelaskan bahwa pengaturan tersebut merupakan bagian dari pengawasan untuk mengantisipasi penyalahgunaan Pertalite.

Menurut pihak SPBU, pengaturan pada sejumlah pompa dilakukan guna menekan kemungkinan terjadinya pelangsiran sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Manajemen juga membenarkan adanya antrean kendaraan yang cukup panjang dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan pembatasan kuota serta pasokan Pertalite dari Pertamina.

“Memang benar antrean panjang terjadi karena kuota dan pengiriman Pertalite dibatasi. Ini bukan karena kami mempersulit, tapi murni faktor pasokan,” ujarnya.

Pihak SPBU menyatakan tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang kemungkinan melakukan aktivitas pelangsiran di luar area SPBU. Manajemen menegaskan tidak melayani pembelian menggunakan jeriken, tangki modifikasi, ataupun kendaraan yang diduga digunakan untuk menimbun dan melangsir BBM bersubsidi.

Manajemen SPBU Batang Lingkin meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi. Masyarakat dan pihak terkait juga diajak bersama-sama melakukan pengawasan agar distribusi BBM subsidi berlangsung tepat sasaran dan sesuai aturan.

Sementara itu, dugaan adanya perbedaan pelayanan dalam penyaluran BBM subsidi di SPBU Batang Lingkin masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum maupun Pertamina mengenai dugaan tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update