Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com – Puluhan warga Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, memilih bergerak secara swadaya untuk memperbaiki kondisi jalan yang selama bertahun-tahun menjadi akses utama masyarakat.
Sejak pagi, petani, ibu rumah tangga, hingga kalangan pemuda bergotong royong mengerjakan perbaikan ruas jalan sepanjang sekitar 6 kilometer yang menghubungkan Napa dengan Parantian Rajo. Jalan tersebut selama ini menjadi persoalan bagi warga, terutama ketika hujan turun dan permukaannya berubah menjadi lumpur.
Kondisi itu tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga berdampak terhadap akses pendidikan. Anak-anak yang bersekolah di SDN 08 Sarilamak dan UPTD SMPN 4 Harau harus melewati jalan berlumpur untuk berangkat ke sekolah. Tak jarang, pakaian mereka menjadi kotor sebelum tiba di tempat belajar.
Para petani juga merasakan dampak serupa. Jalan yang rusak membuat proses membawa hasil perkebunan menjadi lebih sulit dan meningkatkan biaya transportasi. Bahkan, hasil panen berisiko terlambat sampai tujuan karena akses kendaraan yang tidak memadai.
Melihat kondisi tersebut, warga akhirnya mengambil inisiatif untuk memperbaiki jalan menggunakan kemampuan yang mereka miliki. Selama tiga hari terakhir, masyarakat mengumpulkan dana secara mandiri untuk membeli material yang dibutuhkan.
Dalam pengerjaannya, alat berat turut digunakan bersama peralatan sederhana seperti cangkul dan sekop. Warga bekerja secara bergantian meratakan material dan memperbaiki bagian jalan yang rusak. Sementara itu, kaum ibu turut memberikan dukungan dengan menyediakan makanan dan minuman bagi warga yang bekerja di lokasi.
Wali Nagari Sarilamak, Olly Wijaya, bersama Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison, turut meninjau proses perbaikan tersebut pada Kamis (20/8/2026). Mereka melihat langsung antusiasme masyarakat yang bekerja bersama memperbaiki akses jalan.
Olly Wijaya mengatakan, aksi swadaya tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus harapan masyarakat agar perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di Buluh Kasok semakin besar.
Menurutnya, kerja keras warga diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memberikan solusi yang lebih permanen terhadap persoalan jalan tersebut.
Sementara itu, Edison menyampaikan bahwa masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dapat mengalokasikan anggaran untuk melakukan pengaspalan secara permanen. Perbaikan yang dilakukan warga saat ini dinilai hanya mampu menjadi solusi sementara karena material jalan tetap berpotensi rusak kembali akibat cuaca dan kondisi alam.
Warga menilai akses jalan yang layak sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas, terutama pendidikan anak-anak dan distribusi hasil pertanian.
Edison menegaskan, semangat gotong royong masyarakat memiliki keterbatasan dari sisi kemampuan pendanaan. Karena itu, warga berharap pemerintah dapat melanjutkan upaya tersebut melalui pembangunan infrastruktur yang lebih permanen agar Jorong Buluh Kasok mendapat perhatian yang layak dalam pembangunan daerah.(da*)


