Solok Selatan, Rakyatterkini.com – Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi menghadiri secara langsung live streaming pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di PT Supreme Energy Muara Laboh, Kecamatan Pauah Duo, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menegaskan besarnya potensi energi panas bumi yang dimiliki Solok Selatan. Sumber energi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan perekonomian daerah pada masa mendatang.
Sejak mulai beroperasi secara komersial pada 2019, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh telah menghasilkan sekitar 86 MW listrik bersih dan memasoknya ke jaringan listrik nasional. Keberadaan proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja, terbukanya kesempatan usaha bagi masyarakat, pemberdayaan warga, serta kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Pengembangan Muara Laboh Unit 2 yang direncanakan memiliki kapasitas hingga 80 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 diharapkan dapat memperluas manfaat tersebut. Proyek ini berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru, memperkuat UMKM, meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Yulian Efi, dukungan dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dengan Forkopimda menjadi bagian penting dalam mengawal pengembangan proyek. Hal itu dilakukan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan, tetap memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan, serta tidak mengabaikan kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap investasi bukan dimaksudkan untuk menghambat kegiatan usaha. Sebaliknya, pengawasan diperlukan agar investasi dapat berkembang secara sehat, bertanggung jawab, dan memberikan dampak yang nyata bagi daerah.
Pemkab Solok Selatan juga akan terus memperkuat komunikasi dengan PT Supreme Energy Muara Laboh sehingga pengembangan energi panas bumi dapat berjalan selaras dengan program pembangunan daerah.
Yulian berharap potensi panas bumi yang berasal dari wilayah Solok Selatan tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan usaha lokal, peningkatan pendapatan daerah, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia.
"Keberhasilan pengembangan panas bumi tidak hanya diukur dari jumlah megawatt listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dari Muara Laboh, pemerintah daerah mendorong pengembangan energi bersih yang tidak hanya berkontribusi menerangi Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Solok Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, serta jajaran PT Supreme Energy Muara Laboh. Hadir pula Acting Operation Manager/Manager Superintendent PT Supreme Energy Muara Laboh Wilis Wirawan, Project Quality/Manager Jumiatul Ikhlas, jajaran PT SEML, dan Komite Nagari.(AA)


