Notification

×

Iklan

UPI YPTK Berdayakan IRT Papan Bunga Pariaman

Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:48 WIB Last Updated 2026-08-20T11:48:00Z

Tim PkM Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang bersama mitra 

Pariaman, Rakyatterkini.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Putra Indonesia (UPI) “YPTK” Padang mendorong pengembangan usaha Industri Rumah Tangga (IRT) papan bunga di Kota Pariaman melalui inovasi produk, peningkatan kemampuan mengelola keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital.

Program bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Papan Bunga di Kota Pariaman melalui Inovasi Produk Modern, Penguatan Manajemen Keuangan, dan Bisnis Digital” tersebut merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA 2026 yang mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Papan Karangan Bunga Pariaman yang menaungi empat pelaku usaha, yakni Ridelf Florist, Pondok Kreasi Florist, Aren Advertising & Florist, dan Metari Flower.

Tim PkM dipimpin Anita Ade Rahma, bersama anggota Dr. Febri Aldi dan Olandari Mulyadi. Program tersebut juga melibatkan dua mahasiswa UPI “YPTK” Padang, Tasya Camilla dan Salsabila.

Usaha papan bunga di Pariaman dinilai memiliki prospek yang menjanjikan karena permintaannya cukup konsisten untuk berbagai keperluan, seperti pernikahan, wisuda, peresmian usaha, kegiatan sosial, acara adat, hingga agenda lembaga dan institusi.

Meski demikian, hasil pemetaan awal menunjukkan sebagian besar produk mitra masih menggunakan model papan bunga konvensional berbahan busa dengan desain yang cenderung seragam. Dari sisi administrasi, pencatatan keuangan juga masih sederhana dan aktivitas promosi lebih banyak dilakukan melalui jaringan pribadi serta WhatsApp.

Melihat kondisi tersebut, tim UPI “YPTK” Padang memperkenalkan standing mirror papan bunga sebagai produk alternatif yang lebih kekinian dan mempunyai nilai jual lebih tinggi.

Produk ini memanfaatkan cermin yang bisa digunakan berulang kali. Tulisan maupun dekorasinya menggunakan stiker vinyl yang dapat dilepas dan diganti sesuai tema atau permintaan konsumen. Dengan konsep tersebut, satu media dapat dipakai untuk berbagai acara dengan tampilan berbeda.

Inovasi standing mirror diharapkan mampu memperkaya variasi produk, meningkatkan daya tarik visual, sekaligus menekan biaya karena media utamanya dapat digunakan kembali.

Untuk menunjang kegiatan produksi, mitra memperoleh mesin cutting sticker, satu set komputer, pelatihan penggunaannya, serta masing-masing dua unit standing mirror untuk setiap IRT. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan mulai dari proses pembuatan desain, pencetakan, pemotongan, hingga pemasangan stiker.

Selain pengembangan produk, tim PkM memberikan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan usaha. Materi yang diberikan mencakup pencatatan transaksi, pengawasan arus kas, pemisahan uang pribadi dan usaha, penghitungan biaya produksi, hingga penetapan harga jual berdasarkan biaya dan nilai tambah produk.

Pendampingan tersebut dilakukan agar pelaku usaha memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangannya. Sebelumnya, pencatatan transaksi masih sederhana dan keuangan usaha belum sepenuhnya dipisahkan dari kebutuhan pribadi.

Dengan sistem pengelolaan yang lebih teratur, mitra diharapkan mampu mengevaluasi perkembangan usaha sekaligus menentukan harga produk secara lebih tepat.

Pada sisi digitalisasi, tim PkM juga membantu meningkatkan strategi pemasaran melalui media sosial dan pengembangan website bisnis kelompok. Sebelum program berjalan, promosi masih banyak mengandalkan komunikasi langsung dan WhatsApp. Media sosial memang sudah tersedia, tetapi pemanfaatannya belum optimal karena lebih sering digunakan untuk mendokumentasikan pesanan.

Website yang dikembangkan kemudian diarahkan menjadi etalase digital yang memuat profil usaha, katalog, variasi desain, informasi produk, harga, serta fasilitas pemesanan. Platform tersebut juga dirancang terhubung dengan WhatsApp Business agar calon pelanggan lebih mudah memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan penjual.

Mitra turut memperoleh pendampingan dalam menghasilkan materi promosi berupa foto dan video. Konten tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui berbagai kanal digital.

Hasil monitoring dan evaluasi memperlihatkan adanya peningkatan setelah program diterapkan. Diversifikasi produk yang sebelumnya berada di sekitar 10 persen meningkat menjadi kurang lebih 60 persen setelah inovasi standing mirror dikembangkan.

Jangkauan pemasaran juga mengalami perkembangan. Jika sebelumnya pemasaran antardaerah atau kabupaten hanya sekitar 10 persen, setelah optimalisasi website dan media digital angkanya meningkat hingga sekitar 70 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa inovasi produk yang dipadukan dengan pemasaran digital dapat membantu pelaku IRT memperluas pasar, sehingga tidak hanya mengandalkan pelanggan di sekitar tempat usaha, tetapi juga berpeluang memperoleh konsumen dari wilayah lain.

Ketua tim PkM, Anita Ade Rahma, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan peralatan kepada mitra, tetapi juga membangun kemampuan mereka agar dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

“Melalui inovasi standing mirror, penguatan manajemen keuangan, dan pemasaran digital, kami berharap mitra memiliki alternatif produk yang lebih modern, mampu mengelola usaha dengan lebih baik, dan semakin luas dalam menjangkau pasar,” kata Anita.

Ia menambahkan, keberlanjutan menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan program. Pendampingan diberikan agar teknologi, sistem pencatatan keuangan, dan sarana pemasaran digital yang telah diperkenalkan tetap dapat dimanfaatkan oleh mitra setelah kegiatan berakhir.

Mahasiswa yang terlibat juga berperan dalam pendampingan lapangan, dokumentasi, penerapan teknologi, pembuatan konten digital, serta proses monitoring dan evaluasi. Keterlibatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung sekaligus menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui kegiatan ini, kelompok IRT papan bunga di Kota Pariaman diharapkan mampu terus berinovasi, memperbaiki tata kelola keuangan, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat kerja sama antarpelaku usaha papan bunga, meningkatkan daya saing industri kreatif daerah, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Pelaksanaan Hibah PkM BIMA 2026 yang didukung Kemdiktisaintek menjadi salah satu upaya UPI “YPTK” Padang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat mendorong IRT dan UMKM menjadi lebih kreatif, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki tata kelola usaha yang lebih baik, serta semakin kompetitif dan berkelanjutan.(ds*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update