![]() | |
| Wali Kota Bandung M Farhan menanggapi menjamurnya PKL yang menguasai trotoar hingga meresahkan pejalan kaki. |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pejalan kaki hampir tertabrak kendaraan di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, menjadi perhatian di media sosial. Peristiwa itu terjadi karena trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki justru dipenuhi lapak pedagang kaki lima (PKL).
Kondisi tersebut menuai kritik dari warganet. Keberadaan lapak yang menutup jalur pedestrian membuat pejalan kaki harus turun ke badan jalan dan berjalan berdekatan dengan kendaraan yang melintas.
Situasi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak dan lanjut usia yang membutuhkan ruang berjalan yang aman.
Dalam keterangan video yang beredar, pengunggah menyayangkan kondisi trotoar yang tidak lagi dapat digunakan sebagaimana mestinya. Pejalan kaki disebut terpaksa menggunakan badan jalan akibat seluruh jalur pedestrian tertutup aktivitas perdagangan.
Menanggapi viralnya video tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan persoalan PKL di kawasan Jalan Ahmad Yani bukan hal baru bagi pemerintah kota.
Menurut Farhan, pemerintah sebelumnya telah meminta jajaran kewilayahan untuk melakukan penataan terhadap para pedagang. Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum menunjukkan hasil yang berarti.
"Penataan PKL di kawasan tersebut sudah diinstruksikan, tetapi respons di lapangan masih lambat. Kami akan lakukan evaluasi total," kata Farhan, Jumat (7/8/2026).
Karena persoalan tersebut belum juga terselesaikan, Farhan menyatakan akan memberikan teguran tegas kepada jajaran kewilayahan, terutama Camat Kebon Pisang.
Pemkot Bandung didorong segera mengambil langkah nyata untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki. Penataan dan penertiban PKL dinilai perlu dilakukan secara serius agar keselamatan serta hak pejalan kaki tidak terus terabaikan.(da*)


