Notification

×

Iklan

Tanah Datar Dorong Pendidikan Dasar Inklusif

Senin, 10 Agustus 2026 | 18:58 WIB Last Updated 2026-08-10T11:58:18Z

Lise Eka Putra Perkuat Pendidikan Inklusi

Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan belajar secara setara bagi seluruh anak terus diperkuat di Kabupaten Tanah Datar. Bunda Literasi Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, turut mendorong agar sekolah dasar mampu menjadi lingkungan belajar yang ramah bagi setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Komitmen tersebut disampaikan Ny. Lise dalam rapat terbatas bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Gedung Indo Jalito, Batusangkar, Senin (10/8/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri akademisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Fadriati, M.Ag. dan Dani Yoselisa, M.Psi., Psikolog.

Ny. Lise mengatakan, pendidikan inklusi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anak memperoleh hak belajar tanpa perlakuan diskriminatif. Melalui konsep tersebut, ABK diharapkan dapat memperoleh pendidikan bersama peserta didik lainnya di sekolah reguler sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.

Menurutnya, penerapan pendidikan inklusi tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, serta mampu mengakomodasi perbedaan karakter dan kebutuhan peserta didik.

"Kita berharap kerja sama dengan UIN Mahmud Yunus Batusangkar menjadi awal untuk memperluas sekaligus pemerataan layanan pendidikan inklusi di sekolah dasar yang ada di Tanah Datar," kata Ny. Lise.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar akan memberikan psikoedukasi dan pelatihan kepada guru kelas Fase A, yakni guru yang mengajar kelas 1 dan 2 SD.

Materi pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengenali tanda-tanda awal anak yang membutuhkan layanan khusus. Dengan kemampuan tersebut, guru diharapkan dapat memberikan pendampingan maupun menentukan langkah penanganan yang sesuai sejak dini.

Dosen Psikologi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dani Yoselisa, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa sekolah dasar pada dasarnya memiliki kewajiban memberikan akses pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus. Meski demikian, penerapannya tetap mempertimbangkan kategori kebutuhan anak serta kemampuan masing-masing sekolah dalam menyediakan layanan.

Ia menyebut pendidikan inklusi ditujukan untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak penyandang disabilitas maupun mereka yang menghadapi hambatan tertentu dalam proses belajar.

Selain memberikan akses yang setara, keberadaan lingkungan sekolah yang inklusif juga dapat membantu anak belajar menghargai perbedaan, membangun empati, serta mengembangkan kemampuan sosial dan emosional sejak usia dini.

Sementara itu, Dr. Fadriati, M.Ag. menuturkan bahwa pendampingan terhadap guru tidak akan berhenti setelah proses identifikasi awal dilakukan. Para guru nantinya juga akan mendapatkan pendampingan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.

Metode tersebut memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan materi, strategi, dan proses pembelajaran dengan kemampuan, kebutuhan, serta karakter setiap peserta didik.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem pendidikan yang lebih terbuka dan inklusif. Dengan demikian, setiap anak di Tanah Datar dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama dan berkembang sesuai potensi masing-masing.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update