Notification

×

Iklan

Stok Beras Nasional Terjaga, Bulog Optimistis Surplus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 02:16 WIB Last Updated 2026-08-10T19:16:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Perum Bulog melaporkan persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berada dalam pengelolaannya mencapai sekitar 5,25 juta ton hingga 9 Agustus 2026. Persediaan tersebut ditempatkan di berbagai gudang Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia guna memastikan pasokan beras tetap tersedia dan membantu menjaga kestabilan harga pangan.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto mengatakan, jumlah tersebut merupakan posisi stok Bulog per 9 Agustus 2026.

Menurut Prihasto, besarnya cadangan beras saat ini berasal dari stok yang dibawa sejak awal 2026 serta hasil penyerapan gabah petani dalam negeri yang dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Sebagai gambaran, pada akhir 2025 atau tepatnya 31 Desember, Bulog memiliki persediaan beras sekitar 3,36 juta ton. Kemudian, sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026, penyerapan gabah petani yang telah dikonversikan ke dalam bentuk beras mencapai sekitar 3,67 juta ton.

Jika kedua angka tersebut digabungkan, total stok yang masuk ke dalam pengelolaan Bulog mencapai sekitar 7 juta ton sebelum memperhitungkan penyaluran maupun perubahan posisi stok selama periode berjalan.

Namun, Bulog juga telah menyalurkan beras untuk berbagai keperluan sehingga jumlah yang tersedia pada 9 Agustus 2026 berada di angka 5,25 juta ton.

Sepanjang Januari hingga 9 Agustus 2026, penyaluran beras Bulog tercatat sekitar 1,78 juta ton. Beras tersebut digunakan untuk sejumlah program dan kebutuhan, termasuk bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan untuk wilayah terdampak bencana, serta pemenuhan kebutuhan kementerian dan lembaga.

Penyaluran juga mencakup kebutuhan aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, Kementerian Sosial, pemerintah daerah, kegiatan komersial, serta berbagai keperluan lainnya.

Prihasto menjelaskan bahwa jumlah stok Bulog terus berubah mengikuti aktivitas penyerapan dan penyaluran. Karena itu, angka stok pada tanggal tertentu merupakan gambaran posisi persediaan pada saat tersebut, bukan berarti seluruh beras tersimpan tanpa mengalami pergerakan.

Perputaran beras di gudang, lanjutnya, juga penting dilakukan untuk menjaga kualitas dan memastikan masa simpan komoditas tetap terpelihara dengan baik.

Di sisi lain, Bulog terus meningkatkan penyerapan produksi petani domestik sebagai bagian dari strategi memperkuat cadangan pangan nasional. Pengadaan dilakukan dalam bentuk gabah maupun beras, terutama ketika produksi petani memasuki masa panen.

Pada 2025, Bulog mencatat penyerapan gabah petani yang setara dengan sekitar 3 juta ton beras. Untuk 2026, target tersebut dinaikkan menjadi 4 juta ton setara beras.

Hingga 9 Agustus 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 3,67 juta ton setara beras. Angka tersebut sudah mendekati target tahunan yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.

Bulog pun optimistis target tersebut dapat dicapai lebih awal. Bahkan, perusahaan memproyeksikan penyerapan setara 4 juta ton beras dapat terwujud pada akhir September 2026.

Potensi penyerapan masih terbuka karena sejumlah daerah masih memasuki musim panen gadu. Dengan kondisi tersebut, realisasi penyerapan hingga penghujung 2026 berpeluang melampaui target yang telah ditentukan.

Prihasto menegaskan, peningkatan penyerapan produksi domestik merupakan bagian dari upaya Bulog menjaga ketahanan stok pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani di dalam negeri.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update