Notification

×

Iklan

Simpanan Bank 2026 Diprediksi Melambat, Dana Orang Kaya Dominan

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:22 WIB Last Updated 2026-08-02T19:22:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di sektor perbankan akan melambat sepanjang 2026. 

Meski demikian, simpanan yang berasal dari nasabah dengan saldo di atas Rp1 miliar masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total dana yang tersimpan di perbankan nasional.

BI memproyeksikan pertumbuhan DPK pada 2026 berada di angka 6,18 persen secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan capaian pada 2025 yang mencapai 13,83 persen.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, menilai perlambatan tersebut terjadi di tengah semakin lebarnya kesenjangan kepemilikan dana simpanan masyarakat. Hingga Mei 2026, total DPK di perbankan tercatat sebesar Rp10.330 triliun atau meningkat 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh rekening dengan nilai simpanan besar, yakni di atas Rp1 miliar.

Menurut Christiantoko, terdapat perbedaan antara keinginan masyarakat untuk menabung dengan kemampuan finansial mereka. Berdasarkan Survei Konsumen dan Perekonomian yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Indeks Kemauan Menabung pada Juni 2026 naik menjadi 90,2. Sebaliknya, Indeks Kemampuan Menabung justru turun ke level 73,2.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat masih memiliki kesadaran tinggi untuk menyisihkan pendapatan. Namun, tingginya beban pengeluaran rumah tangga serta belum pulihnya daya beli membuat banyak orang kesulitan menambah tabungan.

Data LPS juga memperlihatkan ketimpangan distribusi dana simpanan. Rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta mendominasi jumlah rekening di Indonesia, yakni mencapai 98,90 persen dari total 682,1 juta rekening. Meski demikian, kelompok ini hanya menguasai sekitar 11,06 persen dari total simpanan perbankan.

Sebaliknya, rekening dengan saldo lebih dari Rp1 miliar yang hanya mencakup sekitar 0,12 persen dari keseluruhan rekening justru menguasai 70,85 persen dari total dana simpanan nasional.

Christiantoko mengungkapkan bahwa pada Mei 2026, dana pada rekening dengan saldo di atas Rp1 miliar meningkat sekitar Rp236 triliun dalam sebulan. Sementara itu, total simpanan pada rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta justru menyusut sekitar Rp15 triliun.

Ia menambahkan, bertambahnya jumlah rekening bank tidak serta-merta mencerminkan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menabung. Sebab, sebagian besar rekening baru masih memiliki nominal saldo yang relatif kecil.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan DPK belum menggambarkan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, sektor perbankan dinilai perlu memperluas basis penghimpunan dana dari nasabah ritel agar tidak terlalu bergantung pada kelompok pemilik dana besar.

Di sisi lain, peningkatan kemampuan masyarakat untuk menabung sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan, terciptanya lapangan kerja, serta terjaganya daya beli rumah tangga. Selama pertumbuhan simpanan masih didominasi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, kenaikan DPK belum dapat dijadikan indikator bahwa kondisi keuangan masyarakat secara umum telah membaik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update