Notification

×

Iklan

Ribuan Warga Padati Festival Telong-Telong

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 03:47 WIB Last Updated 2026-08-07T20:47:00Z

Festival Telong-Telong 

Padang, Rakyatterkini.com  – Ribuan masyarakat memadati kawasan Pantai Cimpago, Kota Padang, Kamis malam (6/8/2026), untuk menyaksikan kemeriahan Festival Pawai Telong-Telong dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Cahaya lentera hias yang menghiasi sepanjang jalur parade berpadu dengan keramaian warga, menciptakan suasana semarak dalam salah satu agenda budaya tahunan Pemerintah Kota Padang tersebut.

Festival tahun ini diikuti kontingen dari 11 kecamatan. Kemegahan acara juga semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tamu internasional dan perwakilan diplomatik. Di antaranya Wali Kota Hildesheim, Jerman, Ingo Meyer, Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru, serta delegasi dari Amerika Serikat, Malaysia, Tiongkok dan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).

Pawai dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan Komandan Kodaeral II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembuka rangkaian HJK Padang ke-357 yang mengangkat tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City".

Fadly Amran mengatakan, tradisi Telong-Telong memiliki nilai sejarah yang kuat bagi masyarakat Kota Padang. Pada masa lalu, telong-telong menjadi simbol penerangan sekaligus menggambarkan semangat perjuangan masyarakat dalam merebut kemerdekaan.

Menurutnya, nilai tersebut kini dapat dikembangkan sebagai simbol semangat masyarakat untuk bangkit dan membangun Padang, termasuk setelah menghadapi berbagai bencana.

"Antusiasme warga, semangat peserta, serta kehadiran para tamu menjadi satu dalam memeriahkan kegiatan ini. Ini merupakan wujud dukungan terhadap upaya membangun Kota Padang yang lebih baik," ujar Fadly.

Ia menambahkan, festival tersebut juga menjadi bagian dari langkah Pemko Padang memperkuat sektor ekonomi kreatif dan gastronomi. Pemerintah kota menargetkan Padang dapat bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network pada bidang gastronomi.

Fadly menyebutkan, kuliner khas Padang, terutama Nasi Padang yang telah dikenal luas hingga mancanegara, menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat posisi kota sebagai destinasi gastronomi dunia.

"Kami berharap kekuatan gastronomi Kota Padang dapat membawa kota ini menjadi salah satu Kota Gastronomi Dunia UNESCO. Dengan begitu, Padang semakin menarik bagi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Fadly juga berharap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat dapat berjalan secara optimal sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian dalam parade adalah kontingen Kecamatan Padang Utara. Kecamatan tersebut menghadirkan rombongan dengan busana adat Minangkabau serta dua mobil hias berukuran besar.

Mobil hias pertama menampilkan replika Kadai Lamang yang menggambarkan proses awal pembuatan lamang. Sementara mobil kedua dihiasi berbagai bentuk biota laut, termasuk ikan dan udang berukuran besar, yang menggambarkan potensi kelautan Ulak Karang Utara.

Camat Padang Utara, Sa'at, mengatakan konsep tersebut telah dipersiapkan sejak jauh hari. Menurutnya, tema yang dipilih sengaja mengangkat kekayaan budaya sekaligus potensi wilayah Padang Utara.

"Kami sudah mempersiapkannya sejak jauh hari. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan pada malam puncak dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia menjelaskan, tradisi malamang dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Sementara tema hasil laut menggambarkan potensi perikanan dan kuliner seafood yang dimiliki kawasan Ulak Karang Utara.

Sa'at berharap momentum HJK Padang dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus mendukung pembangunan kota.

"Selamat Hari Jadi Kota Padang. Semoga Padang semakin maju, sukses, dan berkembang sesuai arah pembangunan yang telah ditetapkan demi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Kemeriahan juga dirasakan jajaran peserta dari Kecamatan Padang Utara. Kepala Seksi Perizinan dan Pendapatan Kecamatan Padang Utara, Susi Fitria, mengatakan seluruh tim berusaha memberikan penampilan terbaik.

"Suasananya sangat meriah. Kami mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan melakukan persiapan semaksimal mungkin agar penampilan Padang Utara menarik serta bisa menghibur masyarakat," tutur Susi.

Bukan hanya kawasan panggung utama yang dipenuhi warga. Sepanjang kawasan Pantai dan Danau Cimpago juga dipadati masyarakat yang datang sejak siang hingga malam untuk menikmati berbagai pertunjukan.

Siti Nuraini, salah seorang pengunjung, mengaku menikmati beragam atraksi yang ditampilkan masing-masing kecamatan.

Menurutnya, setiap kontingen memiliki keunikan tersendiri sehingga acara tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Kota Padang.

Pengunjung lainnya, Dinda, yang baru pertama kali menyaksikan Pawai Telong-Telong secara langsung, juga memberikan apresiasi. Ia menilai kegiatan tahunan tersebut menjadi kesempatan menarik bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah.

Dinda berharap festival serupa terus dilaksanakan setiap tahun karena mampu menghadirkan hiburan sekaligus menjadi sarana pembelajaran budaya bagi masyarakat.

Meriahnya Pawai Telong-Telong tahun ini memperlihatkan bahwa tradisi lokal masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Perpaduan budaya, kreativitas, ekonomi kreatif, serta keterlibatan warga menjadikan festival tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Padang.

Melalui kegiatan ini, Padang kembali menunjukkan potensi budayanya sekaligus memperkuat langkah menuju pengembangan pariwisata dan gastronomi yang berorientasi pada tingkat internasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update