Jakarta, Rakyatterkini.com — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan langkah konkret, bukan hanya berupa imbauan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi–Sumbar melalui Kebun Unit Usaha Lagan dengan menjalankan program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Jambi.
Program tersebut menyasar dua desa yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi, yaitu Desa Sungai Tawar dan Desa Merbau di Kecamatan Mendahara. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran, PTPN IV juga membangun embung sebagai tempat penyimpanan air yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran.
Kegiatan sosialisasi dan mitigasi dilaksanakan pada pekan pertama Agustus 2026. Manajer Kebun Lagan PTPN IV Regional IV Jambi–Sumbar, Fadly Wahyudi, bersama Asisten Personalia Kebun (APK) Lagan, Shinta Shalahuddin, turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Di Desa Sungai Tawar, tim PTPN IV berdiskusi dengan Kepala Desa Bustanul Arifin, perangkat desa, serta masyarakat terkait langkah pencegahan dan penanganan kebakaran di kawasan gambut. Kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Merbau yang dipimpin Kepala Desa Khairul Anwar bersama masyarakat setempat.
Pembangunan embung mendapat sambutan positif dari warga. Infrastruktur tersebut dinilai penting karena kawasan gambut di Tanjab Timur memiliki risiko tinggi terbakar, terutama ketika musim kemarau. Kebakaran di lahan gambut juga dapat menyebar melalui lapisan bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan ketersediaan air yang memadai untuk proses pemadaman.
Kepala Desa Sungai Tawar, Bustanul Arifin, mengapresiasi langkah PTPN IV yang tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga menyediakan sarana pendukung di lapangan.
Menurutnya, embung yang dibangun dapat menampung air dalam jumlah besar dan menjadi sumber air cadangan apabila muncul titik api di wilayah desa.
Bustanul mengatakan dukungan tersebut membuat masyarakat memiliki sarana yang lebih siap untuk menghadapi potensi karhutla, khususnya saat kondisi lahan mulai kering.
Program DMPG juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama di tengah masyarakat untuk menjaga lingkungan. Warga berkomitmen ikut mencegah terjadinya kebakaran dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, aparat desa turut melakukan pemantauan secara berkala selama musim kemarau untuk memastikan tidak terjadi aktivitas pembakaran yang dapat memicu karhutla.
Sinergi antara PTPN IV Regional IV Jambi–Sumbar dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan kebakaran sekaligus menjadi contoh pengelolaan risiko karhutla di kawasan gambut lainnya di Provinsi Jambi.(da*)


