Notification

×

Iklan

PSR Dharmasraya Masuk Tahap Tumbang Chipping

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 05:55 WIB Last Updated 2026-08-14T22:55:00Z

Dharmasraya Percepat Peremajaan Kebun Sawit

Dharmasraya, Rakyatterkini.com — Pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahap III di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, kini memasuki tahap tumbang chipping. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan perkebunan milik anggota KUD Lubuk Karya, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kamis (13/8/2026).

Sekretaris Daerah Dharmasraya, Medison, menyebut peremajaan sawit diperlukan untuk mengatasi menurunnya hasil produksi akibat banyak tanaman yang telah berusia di atas 25 tahun. Ia menilai komoditas sawit memiliki peran besar dalam menopang perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Medison, PSR tidak hanya bertujuan mengganti tanaman yang sudah tua, tetapi juga menjadi upaya jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para pekebun.

Program yang mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tersebut memberikan bantuan sebesar Rp60 juta per hektare. Dana itu digunakan untuk mendukung penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan bibit sawit unggul.

Dalam pelaksanaannya, lahan terlebih dahulu melalui proses tumbang chipping dan pengolahan tanah. Batang serta pelepah sawit yang ditebang kemudian dicacah agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk membantu meningkatkan kondisi dan kesuburan tanah.

Medison juga mengingatkan para pekebun agar memilih bibit yang telah memiliki sertifikat serta mengikuti pendampingan teknis. Langkah tersebut dinilai penting agar tanaman hasil peremajaan dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produktivitas maksimal.

Dukungan BPDPKS di Dharmasraya tidak hanya diberikan melalui program peremajaan. Dengan fasilitasi pemerintah daerah, ratusan beasiswa juga disalurkan kepada anak-anak pekebun dan pekerja di sektor kelapa sawit.

Edi Warman, salah seorang penerima program PSR, berharap lahan sawit miliknya yang memiliki luas 3,5 hektare dapat kembali menghasilkan secara optimal setelah diremajakan. Ia mendapatkan dukungan mulai dari proses chipping, pengolahan lahan, penyediaan bibit, pemupukan hingga perawatan tanaman sampai memasuki masa menghasilkan.

Pemkab Dharmasraya berharap program tersebut mampu memberikan dampak lebih luas, bukan hanya dalam meningkatkan produksi sawit, tetapi juga memperkuat perekonomian keluarga pekebun serta menjaga keberlangsungan sektor perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update