Pessel, Rakyatterkini.com — Kerja sama pertukaran pengetahuan di bidang pertanian antara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini berlanjut ke tahap praktik langsung di lapangan.
Delegasi dari TTU mengunjungi area persawahan di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai. Di lokasi tersebut, mereka mempelajari penerapan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) yang dikenal dengan istilah Sawah Pokok Murah (SPM).
Tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, para peserta juga ikut melakukan praktik pengelolaan lahan bersama petani pendamping, di antaranya Asmarmon dan Darmini. Mereka melihat langsung pemanfaatan bahan-bahan alami yang dapat membantu mengurangi biaya produksi sekaligus menjaga kondisi lahan agar tetap berkelanjutan.
Metode tersebut dinilai cukup potensial diterapkan di Pesisir Selatan, mengingat daerah itu memiliki areal persawahan yang luasnya lebih dari 22 ribu hektare. Berdasarkan data pemerintah daerah, luas sawah mencapai sekitar 22.746 hektare.
Sementara itu, penerapan sistem SPM dengan metode MTOT di sejumlah wilayah telah menunjukkan produktivitas yang cukup baik. Hasil survei BRMP Sumatera Barat pada November 2025 mencatat rata-rata produksi mencapai 7,2 hingga 7,8 ton per hektare. Bahkan, di beberapa lokasi produktivitasnya dapat mencapai 11 ton per hektare.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten TTU menyiapkan tiga lokasi untuk menguji penerapan MTOT. Metode tersebut nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik lahan serta kebutuhan petani setempat, sehingga tidak hanya diterapkan dengan cara meniru praktik dari daerah lain.
Di sisi lain, Pesisir Selatan juga akan mengambil pembelajaran dari TTU, khususnya terkait penerapan eco-enzyme dalam kegiatan pertanian.
Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan inovasi pertanian yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Inovasi tidak hanya perlu dipelajari dan dipindahkan, tetapi juga harus melalui proses adaptasi, pengujian, serta evaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas.(da*)


