Notification

×

Iklan

Pria Tewas Dipanah Puluhan Kali di Mimika

Selasa, 04 Agustus 2026 | 04:25 WIB Last Updated 2026-08-03T21:25:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Seorang pria berinisial JW meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat terkena puluhan anak panah dalam peristiwa yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (1/8/2026) malam. 

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku dan mengimbau keluarga korban agar tidak melakukan aksi balas dendam.

Berdasarkan informasi awal, korban merupakan warga dari kelompok Dang. Sebelum kejadian, JW diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol dan membawa sebilah parang saat memasuki wilayah kelompok Niwigalen. Insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Maleo atau Jembatan Kayu yang menjadi batas wilayah kedua kelompok.

Laporan mengenai kejadian diterima polisi sekitar pukul 19.20 WIT dari Giman Magai, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah Pokja Agama, yang menyampaikan informasi kepada Kapolsek setempat.

Mendapat laporan tersebut, petugas piket langsung menuju lokasi. Saat ditemukan, tubuh korban masih tertancap puluhan anak panah di sejumlah bagian. Polisi kemudian mengamankan lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pimpinan untuk proses penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya, keluarga korban yang diwakili AW mendatangi kantor polisi untuk meminta bantuan evakuasi jenazah ke RSUD Mimika. Namun, kepolisian menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan setelah tim identifikasi dari Polres Mimika menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Personel gabungan dari Unit Inafis, Satintelkam, Satsabhara, dan Polsek Kwamki Lama kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi dengan mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.

Usai proses olah TKP rampung, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mimika untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi. Hingga saat ini, polisi masih mendalami identitas para pelaku dan belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menegaskan bahwa seluruh pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, tindakan yang menyebabkan korban meninggal dunia merupakan bentuk kekerasan yang sangat kejam dan tidak dapat ditoleransi.

Ia juga mengajak keluarga korban serta masyarakat untuk tidak melakukan aksi balasan yang dapat memicu konflik berkepanjangan. Kapolres menegaskan seluruh proses penegakan hukum akan ditangani oleh kepolisian.

Selain itu, Alredo mengingatkan bahwa segala bentuk perselisihan harus diselesaikan melalui jalur hukum. Ia menegaskan tidak ada alasan, termasuk alasan adat, yang dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri. Kepolisian berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update