Notification

×

Iklan

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9 dan 10

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:56 WIB Last Updated 2026-08-15T01:17:15Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bagi masyarakat yang tergolong dalam kelompok ekonomi paling sejahtera.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, rencana pembatasan tersebut akan ditujukan kepada masyarakat yang masuk dalam desil 9 dan desil 10. Pembahasan mengenai kebijakan itu dilakukan setelah dirinya bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa (11/8/2026).

Bahlil sebelumnya menilai distribusi Pertalite masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Pasalnya, masyarakat dari kelompok ekonomi atas masih tercatat menikmati subsidi BBM yang seharusnya lebih diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan.

Menurut Bahlil, pemerintah kini tengah membahas sistem agar subsidi energi yang mencapai ratusan triliun rupiah dapat diberikan secara lebih tepat kepada masyarakat yang berhak.

Lalu, siapa yang termasuk dalam desil 9 dan 10?

Pembagian Desil dalam DTSEN

Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 merupakan kelompok dengan kondisi kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada di posisi paling tinggi.

Dengan sistem tersebut, desil 9 dan 10 menggambarkan sekitar 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Sementara desil 1 mencakup sekitar 10 persen keluarga dengan kondisi ekonomi paling rendah.

Penentuan desil tidak semata-mata berdasarkan jumlah penghasilan. Pemerintah mempertimbangkan berbagai indikator sosial dan ekonomi, seperti kondisi rumah, kepemilikan aset, pendidikan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, kepemilikan usaha, karakteristik demografi, serta kondisi kesehatan.

Karena menggunakan banyak indikator, tidak terdapat nominal pendapatan tertentu yang secara otomatis membuat sebuah keluarga masuk ke dalam desil tertentu.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil merupakan metode pemeringkatan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Sebagai ilustrasi, jika terdapat 270 keluarga dalam satu populasi, seluruh keluarga akan disusun berdasarkan tingkat kesejahteraan lalu dibagi menjadi 10 kelompok.

Setiap desil dalam contoh tersebut berisi sekitar 27 keluarga. Kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah ditempatkan pada desil 1, sedangkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi berada di desil 10.

Artinya, desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lain dalam populasi, bukan semata-mata menggambarkan besarnya pendapatan.

Desil 9 dan 10 Jadi Target Pembatasan

Dalam kebijakan pembatasan Pertalite, desil 9 dan 10 menjadi kelompok yang diperhatikan karena berada pada kategori kesejahteraan tertinggi.

Desil 9 mencakup sekitar 10 persen keluarga yang berada pada rentang peringkat 80–90 persen. Adapun desil 10 berisi sekitar 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Meski demikian, keluarga yang berada dalam satu desil tidak otomatis mempunyai kondisi ekonomi yang persis sama. Posisi mereka ditentukan berdasarkan pemeringkatan dari sejumlah indikator sosial dan ekonomi.

Klasifikasi desil juga dapat berubah seiring pembaruan data atau perubahan kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga.

Untuk saat ini, pemerintah masih menyusun mekanisme penerapan pembatasan Pertalite tersebut. Pemerintah menargetkan penyaluran subsidi dapat semakin tepat sasaran sehingga anggaran subsidi yang mencapai ratusan triliun rupiah lebih banyak diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update