Notification

×

Iklan

Pemkab Padang Pariaman Prioritaskan Penanganan Empat Longsor

Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:44 WIB Last Updated 2026-08-04T15:44:00Z

Longsor di Padang Pariaman akibat intensitas hujan yang tinggi

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemkab Padang Pariaman memusatkan perhatian pada penanganan empat lokasi longsor yang mengakibatkan terputusnya akses transportasi warga setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut pada Senin (3/8/2026).

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi fokus utama pemerintah daerah. Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan di lapangan, sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.

Menurutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta unsur TNI dan Polri telah dikerahkan agar proses penanganan berlangsung cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Empat titik longsor yang menjadi prioritas berada di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur; Korong Simpang Puruik, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak; Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak; serta Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aur Malintang.

Di Korong Kampuang Parit, material longsor menutupi badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas menuju Kecamatan VII Koto Padang Sago. Pemerintah daerah telah berkoordinasi untuk mengerahkan alat berat guna membersihkan timbunan tanah dan bebatuan.

Sementara itu, longsor di Korong Simpang Puruik dan Korong Tanjung Balik juga menyebabkan akses jalan menuju sejumlah nagari terputus. Hingga kini, proses pembersihan material masih terus dilakukan oleh petugas.

Kerusakan paling berat terjadi di Korong Sungai Pingai. Di lokasi tersebut, badan jalan ambles sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter sehingga seluruh kendaraan tidak bisa melewati jalur tersebut. 

Selain melakukan penanganan darurat, pemerintah daerah juga tengah menyusun kajian teknis bersama instansi terkait untuk menentukan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan membangun jalur alternatif agar mobilitas masyarakat kembali aman.

Hingga Senin malam, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebutuhan alat berat masih menjadi perhatian utama agar proses evakuasi material longsor dan perbaikan jalan dapat diselesaikan lebih cepat.

Cuaca ekstrem juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga serta menghambat arus lalu lintas di beberapa titik lainnya.

Bupati John Kenedy Azis mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan perbukitan, sekitar pepohonan besar, maupun daerah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, BMKG masih memperkirakan potensi hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus siaga memberikan pelayanan dan penanganan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak kembali pulih.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update