Notification

×

Iklan

Pemerintah Siapkan Sumur Bor Hadapi Kekeringan

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:45 WIB Last Updated 2026-08-02T20:45:00Z

Pemerintah menyiapkan langkah untuk menghadapi kekeringan saat musim kemarau.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan sebanyak 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik sebagai sumber cadangan air.

Selain memanfaatkan sumur bor, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memastikan kesiapan berbagai infrastruktur sumber daya air, mulai dari bendungan, bendung, embung, hingga waduk. Fasilitas tersebut akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat serta mendukung sektor pertanian ketika terjadi kekeringan maupun fenomena El Nino.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pengelolaan sumber daya air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim.

Menurutnya, Kementerian PU terus mempercepat pembangunan serta penyelesaian infrastruktur pengelolaan air di berbagai daerah. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air irigasi, mempertahankan produktivitas pertanian, dan menjaga pasokan pangan meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

“Pengelolaan infrastruktur air menjadi kunci dalam menghadapi musim kemarau dan perubahan iklim. Pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan air untuk pertanian maupun masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Dody, Sabtu (1/8/2026).

Untuk meningkatkan efektivitas distribusi air, Kementerian PU juga melakukan pengaturan pola operasi bendungan serta jaringan irigasi. Sejumlah alat pendukung disiapkan agar dapat segera digunakan apabila terjadi kondisi darurat di daerah terdampak kekeringan.

Peralatan yang telah disiapkan meliputi 125 unit pompa bergerak, 921 pompa alkon, serta 49 mesin bor. Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu beradaptasi menghadapi kondisi tersebut.

Di bidang pertanian, Kementerian PU turut mendorong penggunaan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Metode ini dinilai mampu menekan konsumsi air tanpa mengurangi produktivitas tanaman padi, sehingga penggunaan sumber daya air dapat menjadi lebih efisien.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update