Notification

×

Iklan

Mahyeldi Ajak ASN Sumbar Gerakkan Wakaf

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:22 WIB Last Updated 2026-08-03T00:07:27Z

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah

Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk menjadikan wakaf sebagai gerakan kolektif dalam mendukung pembangunan daerah. 

Menurutnya, wakaf memiliki potensi besar untuk membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarakah ASN Pemprov Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (2/8/2026). 

Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas” itu diikuti oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN Pemprov Sumbar, serta anggota Paskibraka Provinsi Sumbar tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menyampaikan penghargaan kepada para ASN yang rutin mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah setiap bulan. 

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah memperkuat keimanan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter ASN yang memiliki integritas, disiplin, dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Subuh Mubarakah bukan hanya agenda ibadah rutin, tetapi menjadi media pembinaan karakter agar ASN memiliki integritas serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengapresiasi materi tausiah yang disampaikan Ustaz H. Yendri Junaidi, Lc., M.A., terkait peran wakaf sebagai amal jariyah. Menurutnya, wakaf tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat luas di bidang sosial dan ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Ia pun mendorong ASN untuk mulai membiasakan diri berwakaf, termasuk melalui wakaf uang dengan jumlah yang sederhana namun dilakukan secara konsisten.

Mahyeldi menyebut, apabila potensi wakaf ASN dihimpun secara bersama dan dikelola secara profesional, manfaatnya dapat digunakan untuk berbagai program strategis, seperti mendukung pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, serta membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak.

“Jika dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf ASN sangat besar. Dana tersebut dapat diarahkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan peningkatan SDM,” ujarnya.

Untuk memperkuat ekosistem wakaf di Sumatera Barat, Mahyeldi juga mendorong pembentukan Minang Global Wakaf sebagai lembaga yang bertugas menghimpun dan mengelola dana wakaf secara profesional, terbuka, serta bertanggung jawab.

Selain itu, ia meminta lima ASN Pemprov Sumbar yang telah memperoleh sertifikasi sebagai Nazhir Wakaf agar segera dilibatkan dalam penguatan tata kelola wakaf di daerah.

Mahyeldi menggambarkan besarnya potensi wakaf dari ASN Pemprov Sumbar. Dengan jumlah sekitar 25 ribu pegawai, apabila setiap ASN menyisihkan Rp1.000 per hari untuk wakaf, maka dana yang terkumpul dapat mencapai sekitar Rp25 juta setiap harinya.

“Dari 25 ribu pegawai Pemprov Sumbar, jika masing-masing menyisihkan Rp1.000 dari pendapatan setiap hari untuk wakaf, maka akan terkumpul Rp25 juta per hari. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan bahwa pengembangan wakaf membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga pengelola wakaf, sektor usaha, hingga masyarakat Minangkabau di perantauan.

Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat, wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, serta membantu mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update