Notification

×

Iklan

Pedagang Pertanian Sumbar Gagas Pembentukan Asosiasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45 WIB Last Updated 2026-08-10T03:45:00Z

Pedagang Toko Pertanian se-Sumbar Bentuk Asosiasi

Agam, Rakyatterkini.com – Sejumlah pemilik toko dan kios yang bergerak di bidang sarana pertanian dari berbagai wilayah di Sumatera Barat berinisiatif membentuk sebuah asosiasi. Wadah tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan, memperlancar komunikasi, serta meningkatkan kerja sama antar pelaku usaha pertanian.

Gagasan pembentukan organisasi itu dibahas dalam pertemuan yang digelar di Green House Lezata, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).

Salah seorang penggagas, Hj Eliana, menyampaikan bahwa asosiasi tersebut nantinya menjadi wadah bersama bagi pemilik toko dan kios pertanian di seluruh Sumatera Barat.

Menurutnya, keberadaan organisasi diperlukan untuk membangun jaringan komunikasi yang lebih kuat sekaligus menciptakan hubungan usaha yang aman dan nyaman bagi para anggotanya.

“Yang kami rumuskan hari ini adalah perkumpulan toko dan kios pertanian se-Sumatera Barat. Harapannya, silaturahmi dan kerja sama antarpedagang semakin kuat, termasuk dalam mendukung kemajuan pertanian di Sumatera Barat,” ujar Eliana.

Ia menilai sektor pertanian merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian daerah. Karena itu, pelaku usaha yang menyediakan berbagai kebutuhan pertanian juga membutuhkan wadah untuk berkoordinasi dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Eliana menjelaskan, sejumlah perkumpulan yang berkaitan dengan dunia usaha pertanian sebenarnya sudah ada, termasuk yang melibatkan distributor. Namun, organisasi yang secara khusus menaungi pemilik toko dan kios pertanian di Sumatera Barat belum terbentuk secara resmi.

“Kalau perkumpulan rekan-rekan memang sudah ada, tetapi khusus untuk toko dan kios pertanian belum ada lembaga resminya. Ini yang sekarang mulai kami gagas,” katanya.

Selain mempererat hubungan antaranggota, asosiasi tersebut diharapkan menjadi tempat berbagi informasi terkait perkembangan usaha pertanian. Komunikasi yang terjalin secara rutin dinilai dapat membantu pedagang mendapatkan informasi terbaru sekaligus mencari jalan keluar atas berbagai persoalan di lapangan.

Dalam pertemuan itu, sejumlah pedagang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat turut hadir. Mereka membahas beragam tantangan yang selama ini dihadapi dalam menjalankan usaha sarana pertanian.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah pemeriksaan terhadap barang dagangan serta sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi. Kondisi tersebut dinilai turut berdampak kepada petani yang membutuhkan pupuk untuk menunjang kegiatan produksi.

“Kadang ada persoalan pemeriksaan barang, misalnya terkait produk yang sudah kedaluwarsa. Selain itu, pupuk subsidi juga sekarang cukup sulit diperoleh sehingga petani ikut terdampak,” jelas Eliana.

Ia berharap asosiasi yang akan dibentuk nantinya mampu menjadi ruang koordinasi bagi para pedagang untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama. Selain itu, hubungan kerja sama antar pemilik toko dan kios pertanian diharapkan semakin solid.

Keberadaan organisasi tersebut juga ditargetkan tidak sebatas sebagai wadah silaturahmi. Asosiasi diharapkan dapat menjadi pusat pertukaran informasi, memperluas jaringan usaha, serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan bisnis para anggotanya.

Rencana pembentukan asosiasi toko dan kios pertanian se-Sumatera Barat selanjutnya akan dimatangkan melalui pembahasan bersama para pelaku usaha yang mengikuti pertemuan tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update