Jakarta, Rakyatterkini.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Minggu (23/8/2026), korban jiwa mencapai 91 orang, atau naik empat orang dibandingkan sehari sebelumnya.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten.
Rinciannya, sebanyak 32 orang meninggal dunia di Kabupaten Manggarai, 31 orang di Manggarai Timur, enam orang di Sikka, dua orang di Ende, satu orang di Manggarai Barat, 14 orang di Nagekeo, serta lima orang di Ngada.
Dari total korban tersebut, 40 orang diketahui berjenis kelamin laki-laki dan 48 perempuan. Sementara tiga korban lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Berdasarkan kategori usia, korban meninggal terdiri atas 39 lanjut usia, empat batita, satu balita, 12 anak-anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.
BNPB juga menyebut sekitar 51 persen korban meninggal dunia akibat dampak langsung gempa, terutama karena tertimpa material bangunan yang runtuh. Sedangkan 49 persen lainnya meninggal karena dampak tidak langsung yang ditimbulkan oleh bencana.
Selain korban jiwa, gempa tersebut menyebabkan 1.286 orang mengalami luka-luka. Manggarai Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban luka paling banyak, kemudian disusul Manggarai Barat.
Di sisi lain, jumlah masyarakat yang harus mengungsi juga mengalami peningkatan. Hingga saat ini, BNPB mencatat sebanyak 161.084 warga berada di sejumlah titik pengungsian.
Tiga daerah dengan jumlah pengungsi terbesar yakni Kabupaten Manggarai sebanyak 46.519 orang, Nagekeo mencapai 34.256 orang, dan Manggarai Timur sebanyak 31.372 orang.
BNPB terus melakukan pemutakhiran data korban maupun pengungsi seiring berlangsungnya proses penanganan pascabencana di wilayah terdampak.(da*)


