Notification

×

Iklan

Karhutla Dekat Bandara Tjilik Riwut, Asap Ganggu Penerbangan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:45 WIB Last Updated 2026-08-29T15:25:58Z

Karhutla muncul di sekitar pagar perimeter Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sekitar pagar perimeter Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (29/8/2026). Api yang membakar lahan kering memicu munculnya asap tebal sehingga jarak pandang di sekitar bandara menurun dan mengganggu aktivitas penerbangan.

Kobaran api dengan cepat merambat di lahan yang berada tidak jauh dari kawasan bandara. Kondisi kemarau yang membuat vegetasi mengering, ditambah hembusan angin cukup kencang, menyebabkan api lebih mudah menjalar ke area lain.

Asap berwarna pekat kemudian menyebar dan menutupi kawasan sekitar Bandara Tjilik Riwut. Situasi tersebut menjadi perhatian karena rendahnya jarak pandang dapat memengaruhi keamanan serta kelancaran proses pendaratan dan keberangkatan pesawat.

Dampak kebakaran juga dirasakan oleh masyarakat yang melintas di sekitar lokasi. Sejumlah pengendara memilih menghindari jalur tersebut karena api yang mendekati badan jalan dianggap membahayakan pengguna kendaraan.

Untuk mencegah api semakin meluas, petugas Pemadam Kebakaran Bandara Tjilik Riwut segera melakukan penanganan. Petugas mengerahkan mobil tangki untuk menyiram titik yang terbakar sekaligus membasahi area di sekitarnya yang berpotensi dilalui rambatan api.

Langkah pemadaman dilakukan untuk memastikan kobaran tidak mencapai area operasional bandara maupun menjalar ke permukiman penduduk.

Koordinator Keamanan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bayu, mengatakan terdapat dua titik api yang teridentifikasi di sekitar pagar perimeter bandara.

Menurutnya, kebakaran tersebut turut berpengaruh terhadap kegiatan penerbangan. Sejumlah pesawat yang datang dari Semarang dan Surabaya dilaporkan belum dapat melakukan pendaratan karena jarak pandang terganggu oleh asap.

Karhutla yang terjadi saat musim kemarau ini menjadi perhatian serius mengingat titik api berada berdekatan dengan salah satu fasilitas penting transportasi udara. Apabila kondisi jarak pandang semakin memburuk, gangguan terhadap jadwal penerbangan masih berpotensi terjadi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update