Notification

×

Iklan

JLM Siahaan Raih Gelar Doktor di Usia 73 Tahun

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:54 WIB Last Updated 2026-08-01T23:55:21Z

JLM Siahaan menjadi wisudawan tertua Undip saat meraih gelar doktor di usia 73 tahun. 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Seorang pria bernama JLM Siahaan membuktikan bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia. Di usia 73 tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan doktor dan diwisuda dalam Wisuda ke-183 Tahap V Universitas Diponegoro (Undip) yang digelar di Gedung Muladi Dome, Kampus Tembalang, Semarang, pada Jumat (31/7/2026).

Dalam prosesi tersebut, JLM Siahaan tercatat sebagai wisudawan tertua. Ia meraih gelar Doktor pada Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip, sekaligus menginspirasi banyak orang bahwa kesempatan untuk belajar selalu terbuka di setiap tahap kehidupan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Heru Susanto, memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, pencapaian JLM Siahaan menjadi bukti bahwa tidak ada batas usia bagi seseorang untuk mengejar pendidikan tinggi dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Bagi JLM Siahaan, proses belajar merupakan perjalanan yang berlangsung sepanjang hayat. Ia berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kontribusinya di bidang sejarah.

Sebelum menempuh pendidikan doktoral, JLM Siahaan memiliki karier panjang sebagai konsultan survei serta perencanaan jalan dan jembatan. Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi magister di University of Pennsylvania dengan konsentrasi Transportation Economic Development.

Selain berkiprah di bidang teknik, ia juga aktif menulis dan menjadi pembicara dalam berbagai seminar mengenai sejarah dan budaya, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Toba. Ketertarikannya pada bidang tersebut mendorongnya mengambil studi doktor agar pengetahuan yang disampaikannya memiliki dasar akademik yang lebih kuat.

Menurut JLM Siahaan, keputusannya melanjutkan pendidikan didasari keinginan untuk memperdalam pemahaman sejarah karena selama ini ia kerap diminta menjadi narasumber mengenai sejarah dan budaya Toba.

Meski menempuh pendidikan doktor di usia lanjut bukan hal yang mudah, ia mengaku mendapat dukungan besar dari para dosen dan lingkungan akademik Undip sehingga mampu menyelesaikan seluruh proses perkuliahan hingga lulus.

Ia berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, usia tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti menambah ilmu dan terus berkarya selama kesempatan masih ada.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update