Jakarta, Rakyatterkini.com – Italia kembali menghadapi cuaca panas ekstrem. Otoritas setempat menetapkan status siaga merah di sembilan kota pada Jumat, saat gelombang panas kelima melanda negara tersebut sepanjang musim panas tahun ini. Suhu udara diperkirakan mendekati 45 derajat Celsius.
Mengutip Rai News, wilayah yang berada dalam status siaga merah meliputi Bari, Cagliari, Campobasso, Catania, Latina, Messina, Palermo, Reggio Calabria, serta Roma.
Peringatan merah merupakan level kewaspadaan tertinggi yang menunjukkan bahwa kondisi panas ekstrem dapat membahayakan kesehatan seluruh masyarakat. Ancaman tersebut tidak hanya berlaku bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit kronis, tetapi juga dapat berdampak pada orang sehat.
Gelombang panas kali ini dipengaruhi oleh keberadaan antisiklon yang bergerak dari Afrika Utara. Hari Jumat diprediksi menjadi salah satu hari dengan suhu tertinggi yang dialami Italia selama musim panas 2026.
Sardinia dan Sisilia menjadi dua wilayah yang diperkirakan paling terdampak. Suhu di kedua pulau tersebut diprediksi berada di kisaran 45 derajat Celsius, bahkan sejumlah model prakiraan cuaca memperkirakan suhu lokal dapat menyentuh 48 derajat Celsius.
Kondisi panas juga diperkirakan terjadi di Calabria, Puglia, dan Campania dengan temperatur lebih dari 40 derajat Celsius. Sementara itu, suhu di Roma diperkirakan mencapai sekitar 39 derajat Celsius.
Selain sembilan kota berstatus siaga merah, sebanyak 11 kota lainnya ditetapkan dalam peringatan oranye. Kota-kota tersebut adalah Ancona, Bologna, Bolzano, Civitavecchia, Florence, Frosinone, Napoli, Perugia, Pescara, Rieti, dan Viterbo.
Cuaca panas tidak hanya terjadi pada siang hari. Sejumlah wilayah di Italia bagian selatan dan kawasan pesisir tengah juga mengalami suhu malam yang tinggi. Temperatur minimum di banyak daerah masih berada di atas 25 derajat Celsius, bahkan hampir menyentuh 30 derajat Celsius di beberapa kawasan selatan.
Berbeda dengan wilayah selatan, Italia bagian utara justru menghadapi potensi badai petir kuat, terutama di kawasan Alpen, Pralpi, dan dataran di sekitarnya. Badai tersebut dapat disertai hujan dengan intensitas tinggi serta hujan es.
Memasuki Sabtu, suhu diperkirakan mulai mengalami penurunan di Italia bagian tengah. Namun, kondisi panas ekstrem masih berpotensi bertahan di wilayah selatan dan bahkan dapat menghasilkan rekor temperatur baru menjelang akhir Agustus.(da*)


