Notification

×

Iklan

ISI Padang Panjang Latih Warga Buat Furniture Modular

Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:18 WIB Last Updated 2026-08-19T07:18:00Z

Prodi Kriya Seni ISI Padang Panjang Latih Warga Pandai Sikek Buat Furniture Modular Ramah Bencana

Padang Panjang, Rakyatterkini.com – Program Studi Kriya Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang mengadakan pelatihan pembuatan furniture modular di Sanggar Ukir Limpapeh, Pandai Sikek. Pelatihan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar memiliki keterampilan yang dapat menunjang kesiapan saat harus melakukan evakuasi.

Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk ketika harus meninggalkan rumah yang tidak lagi aman untuk dihuni. Dalam situasi pengungsian, keberadaan perabot yang praktis, ringan, dan mudah dipindahkan menjadi salah satu kebutuhan penting.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dari ISI Padang Panjang memberikan pelatihan mengenai teknik dasar pembuatan furniture modular. Para peserta mempraktikkan pembuatan sejumlah perabot, seperti kursi dan meja lipat, rak lipat, serta lemari dengan konsep knock down. Sistem tersebut memungkinkan furniture dibongkar dan dipasang kembali dengan lebih cepat sehingga praktis dibawa ketika proses evakuasi.

Program ini memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek melalui Skim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026. Pandai Sikek dipilih sebagai lokasi kegiatan karena termasuk kawasan yang memiliki risiko bencana, terlebih setelah wilayah tersebut mengalami banjir bandang pada 2024.

Ketua Tim Pengabdi, Sumadi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan mendorong kemandirian masyarakat di daerah rawan bencana. Keterampilan membuat furniture modular diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan perabot selama berada di tenda pengungsian maupun tempat tinggal sementara.

Menurutnya, penggunaan sistem lipat dan knock down juga memberikan keuntungan dari sisi distribusi. Produk menjadi lebih mudah dikemas dan biaya pengirimannya dapat ditekan, sehingga memiliki peluang untuk dipasarkan ke berbagai wilayah Indonesia. Kondisi itu sekaligus membuka kesempatan bagi mitra untuk meningkatkan pendapatan.

Pimpinan Sanggar Ukir Limpapeh, Mardison, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai teknik pembuatan furniture modular merupakan pengetahuan baru bagi para pengrajin di sanggarnya dan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Dalam kesempatan yang sama, tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah peralatan serta perkakas pengolahan kayu untuk mendukung kegiatan produksi.

Ketua LPPM ISI Padang Panjang, Yusril, mengatakan Program PISN tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan yang ada di lingkungannya, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat Pandai Sikek diharapkan memiliki dua manfaat sekaligus, yakni keterampilan yang dapat mendukung kesiapsiagaan saat terjadi bencana serta peluang mengembangkan usaha baru melalui produk kriya yang praktis, fungsional, dan mudah dipasarkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update