Notification

×

Iklan

IPM Sumbar Naik, Guru Dituntut Terus Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:58 WIB Last Updated 2026-08-11T09:58:00Z

Ketua MKKS SMA Sumbar, Martin.

PADANG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Sumbar pada 2025 mencapai 77,27, naik 0,84 poin dibandingkan 2024 yang berada di angka 76,43.

Capaian tersebut menempatkan Sumbar di peringkat keenam secara nasional. Namun, peningkatan itu dinilai bukan alasan untuk berhenti berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan manusia.

Pendidikan memiliki peran penting dalam penghitungan IPM, antara lain melalui indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu langkah strategis yang perlu terus dilakukan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Sumbar Teacher Summit 2026, yang digagas Indonesia Inspiring Teacher bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 dengan konsep hybrid. Guru dan tenaga pendidik dapat mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring, sehingga agenda pengembangan kompetensi ini dapat menjangkau peserta dari berbagai daerah di Sumbar.

Ketua MKKS SMA Provinsi Sumbar, Martin, Selasa (11/8/2026), mengatakan peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru merupakan fondasi penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Menurutnya, guru memiliki peran langsung dalam melakukan transformasi pembelajaran di ruang kelas. Sementara itu, kepala sekolah berperan sebagai pemimpin instruksional yang menggerakkan ekosistem sekolah agar semakin berpihak pada kebutuhan peserta didik.

“Melalui Sumbar Teacher Summit 2026 yang digagas Indonesia Inspiring Teacher bersama MKKS SMA, SMK dan SLB Provinsi Sumatera Barat, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengaktualisasikan diri di era digital sekaligus memperkuat kualitas tenaga pendidik dan kepala sekolah, khususnya di Sumbar,” ujar Martin.

Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena dikemas dengan standar nasional dan menghadirkan praktisi serta pakar pendidikan nasional sebagai pembicara.

“Kami mengajak dan mengimbau guru-guru agar bisa memanfaatkan kegiatan Sumbar Teacher Summit ini untuk berperan serta menambah ilmu dan pengalaman,” katanya.

Sementara itu, Promotor Sumbar Teacher Summit 2026, Herdinal, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang semakin efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga menjadi penggerak perubahan dan pembentuk karakter generasi masa depan,” ujarnya.

Herdinal menyebut tantangan dunia pendidikan terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan karakter peserta didik. Kondisi tersebut menuntut guru untuk mampu beradaptasi, mengembangkan metode pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang relevan dan menyenangkan.

Karena itu, Sumbar Teacher Summit 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi forum peningkatan kapasitas guru, tetapi juga dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan di Sumatera Barat.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. 

Para guru SMA, SMK, dan SLB di Sumbar juga diajak memanfaatkan momentum Sumbar Teacher Summit 2026 sebagai ruang untuk menambah wawasan, memperluas pengalaman, dan meningkatkan kompetensi menghadapi tantangan pendidikan di era digital. (sh)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update