![]() |
| Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat akan mengikuti Rapat Paripurna DPRD Padang |
Padang, Rakyatterkini.com – Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah pembangunan ke depan.
Peringatan tersebut digelar melalui Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Padang. Agenda tahunan itu tidak hanya menjadi seremoni memperingati perjalanan panjang Kota Padang, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum untuk memperkuat sinergi berbagai pihak setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 3 Agustus 2026.
Wali Kota Padang Fadly Amran dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa usia ke-357 harus menjadi momentum untuk menghargai perjalanan masa lalu, melihat kondisi saat ini secara objektif, sekaligus menyiapkan masa depan dengan langkah yang lebih berani.
Menurut Fadly, kejadian banjir yang melanda sejumlah kawasan Padang menjadi pengingat bahwa pembangunan kota harus semakin memperhatikan aspek ketahanan terhadap bencana. Karena itu, proses pemulihan pascabencana perlu diarahkan pada konsep pembangunan kembali yang lebih baik atau Build Back Better.
"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukup dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya," ujar Fadly.
Ia menegaskan, upaya membangun kota yang tangguh tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen perencanaan. Keselamatan masyarakat, penataan ruang berdasarkan tingkat risiko bencana, serta koordinasi antarinstansi harus menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari pemerintah.
Fadly juga memberikan penghargaan kepada para relawan, aparat keamanan, tenaga medis, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dampak bencana sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Padang Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Jasa
Sebagai ibu kota Provinsi Sumatra Barat, perekonomian Padang banyak bertumpu pada sektor jasa. Beberapa sektor utama yang menjadi penggerak ekonomi kota antara lain pendidikan, perdagangan, transportasi, dan pariwisata.
Fadly menyebut sektor pendidikan memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Saat ini terdapat puluhan perguruan tinggi di Padang, termasuk 46 perguruan tinggi swasta, dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 180 ribu orang.
Keberadaan mahasiswa dalam jumlah besar turut mendorong pertumbuhan berbagai sektor pendukung, mulai dari usaha tempat tinggal, transportasi, kuliner hingga industri kreatif.
Sementara pada sektor perdagangan, Padang memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi di kawasan pantai barat Sumatra. Berdasarkan data yang disampaikan, perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi 17,52 persen terhadap PDRB. Adapun sektor transportasi dan pergudangan berkontribusi sebesar 15,68 persen.
Pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Selama 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Padang mencapai sekitar 5,3 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 4,3 juta kunjungan.
Peningkatan kunjungan tersebut turut berdampak terhadap penerimaan retribusi objek wisata. Realisasinya mencapai Rp922 juta atau sekitar 153 persen dari target yang telah ditetapkan.
Meski mencatat pertumbuhan, Fadly meminta seluruh jajaran tidak terlena dengan capaian tersebut. Pemerintah harus terus meningkatkan pengawasan terhadap perizinan usaha pariwisata dan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah membuat wisatawan tinggal lebih lama, meningkatkan nilai belanja selama berada di Padang, serta memastikan manfaat pertumbuhan pariwisata dapat dirasakan masyarakat secara luas.
"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan. Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029," katanya.
DPRD Soroti Persoalan Sosial dan Keamanan
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion yang memimpin rapat paripurna menilai berbagai pencapaian pemerintah harus berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan yang masih dirasakan masyarakat.
Ia mengatakan tantangan pembangunan harus ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai elemen lainnya.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian DPRD adalah kondisi sosial dan keamanan, terutama meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kenakalan remaja.
Muharlion menyoroti sejumlah persoalan seperti peredaran narkoba, tawuran antarpelajar, hingga aktivitas geng motor yang dinilai telah mengganggu ketenteraman warga.
"Menanggapi kondisi darurat narkoba, maraknya tawuran pelajar, serta aksi geng motor yang meresahkan masyarakat, DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang berkomitmen menghadirkan solusi konkret," ungkapnya.
Ia menyebut DPRD akan mendorong pengalokasian program dalam APBD yang dapat memperluas kegiatan positif bagi generasi muda. Selain itu, penguatan upaya menjaga ketertiban juga menjadi perhatian bersama.
Pemprov Sumbar Dorong Kolaborasi
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat turut memberikan dukungan terhadap arah pembangunan Kota Padang. Asisten II Setdaprov Sumbar Adib Alfikri yang hadir mewakili gubernur menyatakan perkembangan Padang memiliki kaitan erat dengan kemajuan Sumatra Barat secara keseluruhan.
Menurut Adib, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan provinsi, Pemko Padang, DPRD, pelaku usaha, perguruan tinggi hingga komunitas masyarakat.
"Pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, Pemko, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga komunitas. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan," tuturnya.
Batang Arau Jadi Perhatian
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi menilai pembenahan lingkungan di Kota Padang juga dapat membuka peluang kerja sama internasional.
Ia memberikan perhatian terhadap upaya revitalisasi kawasan Sungai Batang Arau, termasuk pembersihan bangkai kapal dan perbaikan sanitasi di kawasan permukiman sepanjang bantaran sungai.
Menurut Denny, pembenahan Batang Arau dapat menjadi investasi penting untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memperbaiki citra Kota Padang.
Ia juga menilai hubungan kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Hubungan baik dengan luar negeri yang terus dijalin ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang. Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality," kata Denny.
Memasuki usia 357 tahun, Kota Padang dihadapkan pada tantangan untuk menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perubahan. Semangat pembangunan ke depan diarahkan agar Padang tetap berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, namun juga semakin tangguh menghadapi bencana, inklusif dalam pertumbuhan ekonomi, serta mampu membangun masa depan yang berkelanjutan.(da*)


