Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu (12/8/2026) pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanis yang menjulang sekitar 1.100 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian kurang lebih 4.776 meter di atas permukaan laut.
Erupsi tercatat terjadi pada pukul 10.56 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, kolom letusan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah timur.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama sekitar 90 detik.
Petugas Pengamatan Gunung Api, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa kolom letusan terpantau sekitar 1.100 meter dari atas puncak Gunung Semeru. Informasi tersebut kemudian disampaikan Badan Geologi melalui laporan aktivitas vulkanik.
Menyikapi peningkatan aktivitas tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan bagi masyarakat. Warga diminta menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berisiko terkena dampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai sekitar 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, PVMBG mengingatkan warga agar tidak mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Daerah tersebut memiliki potensi bahaya akibat lontaran batu pijar selama terjadi erupsi.
Warga yang berada di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, serta lahar.
Beberapa jalur aliran sungai yang perlu mendapat perhatian di antaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Ancaman lahar juga berpotensi muncul di sejumlah sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.(da*)


