Notification

×

Iklan

Pemko Padang Perkuat Usaha Pengolahan Ikan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:44 WIB Last Updated 2026-08-12T10:44:00Z

Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Danti Arvan.

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan kemampuan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan, terutama yang bergerak dalam pengolahan serta pemasaran hasil tangkapan. Upaya tersebut dilakukan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang melalui kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026).

Program tersebut bertujuan mendorong pelaku usaha mengolah ikan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Danti Arvan, menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis tersebut ditujukan terutama bagi pelaku usaha hilir, khususnya Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar).

Menurut Danti, pelaku usaha didorong agar mampu mengembangkan bahan baku ikan menjadi produk dengan beragam bentuk dan cita rasa. Dengan begitu, hasil perikanan tidak hanya dipasarkan dalam kondisi segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Ia menilai diversifikasi hasil perikanan memiliki peran penting dalam pengembangan sektor kelautan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Beragam produk olahan ikan juga dapat memperluas pilihan konsumsi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kebiasaan mengonsumsi ikan.

Sebagai daerah yang berada di kawasan pesisir, Padang memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha kuliner berbahan hasil laut. Potensi tersebut dapat dikemas menjadi produk khas yang melengkapi kekayaan kuliner daerah, termasuk rendang yang selama ini telah dikenal luas.

Danti mengatakan, pemerintah ingin potensi bahan baku ikan turut menjadi bagian dari pengembangan identitas kuliner Padang. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya menjadikan Padang sebagai kota gastronomi.

Karena itu, produk yang dihasilkan pelaku usaha tidak hanya dituntut memiliki cita rasa menarik, tetapi juga harus memperhatikan kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, serta cara penyajian yang baik.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik mengenai pengolahan makanan, penerapan higienitas dan sanitasi, serta pengembangan rasa. Peserta juga diarahkan untuk menciptakan inovasi baru dalam teknik pengolahan dan penyajian produk berbahan dasar ikan.

Danti menambahkan, program peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari agenda Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang selama 2026. Pelaksanaannya dilakukan dalam tiga angkatan dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Nyon Elvis, menyebut Kampung Nelayan Merah Putih dipilih sebagai lokasi kegiatan sekaligus bagian dari upaya menghidupkan fasilitas yang telah selesai dibangun.

Ia menjelaskan bahwa pelaku usaha perikanan mencakup sejumlah kelompok, mulai dari nelayan yang tergabung dalam KUB, kelompok pengolah dan pemasar, hingga kelompok pembudidaya ikan atau Pokdakan.

Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Sarai sendiri merupakan bagian dari program strategis nasional. Pada 2025, Kota Padang termasuk salah satu dari 65 daerah di Indonesia yang memperoleh program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Setelah pembangunan fisik kawasan selesai, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajak pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan untuk menggunakan fasilitas los ikan serta sentra kuliner yang telah tersedia.

Nyon mengatakan pengoperasian fasilitas tersebut penting agar Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi kawasan yang selesai dibangun, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat berbasis perikanan.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini diikuti sebanyak 50 peserta. Selain memberikan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan, program tersebut diharapkan dapat memunculkan usaha-usaha baru di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Menurut Nyon, pembangunan kawasan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengelola fasilitas yang tersedia sekaligus menangkap peluang usaha secara mandiri.

Pada akhirnya, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan sumber daya manusia yang semakin terampil, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pengetahuan, serta menciptakan inovasi berbasis potensi perikanan setempat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update