Notification

×

Iklan

Fesyen Minangkabau Menuju Pasar Global

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:49 WIB Last Updated 2026-08-10T00:49:00Z

Karya Jade Kwan serta Bella Farid by Nornabilah Zulkipli. 

Padang, Rakyatterkini.com – Warisan budaya Minangkabau terus menunjukkan potensinya untuk berkembang dan bersaing di industri fesyen modern. Hal tersebut terlihat dalam gelaran Padang Fashion Summit (PFS) 2026 yang mengangkat kekayaan wastra dan kerajinan tradisional Sumatera Barat ke dalam karya busana bernuansa kontemporer.

Beragam kekayaan budaya seperti songket, sulaman, tenun, serta kerajinan khas Minangkabau dikreasikan menjadi busana yang tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga membawa identitas budaya lokal ke pasar yang lebih luas.

PFS 2026 digelar di The ZHM Premier Padang, Minggu (9/8/2026), sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Pada penyelenggaraan tahun ini, PFS mengangkat tema “Manaruko Rupo: From Minangkabau Heritage to Global Elegance.”

Tema tersebut memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam bahasa Minangkabau, manaruko bermakna merintis atau membuka jalan, sementara rupo berarti bentuk atau wujud. Konsep itu menggambarkan upaya untuk membawa warisan leluhur menuju bentuk baru yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Semangat tersebut terlihat dalam berbagai koleksi yang ditampilkan di atas panggung. Motif dan unsur budaya Minangkabau tidak hanya digunakan sebagai pemanis busana, tetapi menjadi bagian utama dalam proses penciptaan desain modern.

Melalui PFS 2026, para desainer juga didorong untuk menggali potensi karya para perajin lokal dan mengembangkannya menjadi produk fesyen bernilai ekonomi tinggi serta mampu mengikuti selera pasar internasional.

Pada hari pertama penyelenggaraan, sebanyak delapan desainer dari Indonesia dan Australia tampil membawa koleksi masing-masing. Dari Indonesia hadir de Irma, Mira Muraza Songket, Andine x Karhizka, Sisterly by Sherlysalanda, R. Raflen, dan Adhe Suhanda.

Sementara dari Australia, panggung PFS 2026 menampilkan karya Jade Kwan serta Bella Farid by Nornabilah Zulkipli.

Kehadiran desainer dari luar negeri sekaligus memperlihatkan bahwa PFS mulai menjadi ruang pertemuan antara kekayaan budaya lokal dengan perspektif fesyen internasional. Padang pun tidak hanya diposisikan sebagai tempat penyelenggaraan pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang mempertemukan tradisi dan inovasi.

Setiap busana yang diperagakan membawa cerita tersendiri. Di balik motif, warna, dan bahan yang digunakan, terdapat sejarah Minangkabau, identitas budaya, serta hasil kerja para perajin yang mempertahankan keterampilan tradisional secara turun-temurun.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang menghadiri kegiatan tersebut mengatakan pengembangan potensi daerah perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai sektor. Menurutnya, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, seni, hingga fesyen memiliki keterkaitan yang dapat memperkuat daya tarik Kota Padang.

“Padang tidak hanya memiliki kekayaan kuliner, tetapi juga budaya, seni, fesyen dan berbagai kreativitas masyarakat. Semua potensi ini harus kita rangkai menjadi sebuah pengalaman yang utuh sehingga semakin memperkuat Padang sebagai kota yang memiliki daya tarik di tingkat internasional,” kata Maigus.

Ia menambahkan, cita-cita menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia juga berkaitan erat dengan budaya dan kreativitas masyarakat. Menurutnya, gastronomi tidak sebatas makanan, tetapi turut mencakup sejarah, tradisi, seni, serta identitas yang berkembang di sebuah daerah.

Karena itu, Maigus berharap rangkaian peringatan HJK Padang ke-357 dapat memberikan manfaat ekonomi yang tidak berhenti selama acara berlangsung. Dampaknya diharapkan terus dirasakan oleh pelaku UMKM, desainer, perajin, maupun sektor pariwisata.

“Kita berharap event seperti ini tidak hanya ramai ketika pelaksanaan, tetapi juga memberikan manfaat setelah kegiatan selesai. Desainer kita semakin dikenal, produk UMKM semakin luas pasarnya, perajin semakin berdaya dan wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan ketika datang ke Padang,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update