Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan olahraga yang berorientasi pada pembinaan generasi muda. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat potensi kepemudaan dan sport tourism di daerah.
Dukungan itu terlihat dalam pelaksanaan Festival Archery Merdeka 2026 yang berlangsung di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman yang hadir mewakili Wali Kota Zulmaeta.
Kompetisi panahan yang digelar selama satu hari tersebut diikuti sebanyak 420 atlet. Pesertanya tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Barat, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di luar provinsi, di antaranya Dumai, Riau, Jambi, hingga Aceh.
Ramainya peserta turut membawa dampak terhadap jumlah kunjungan ke lokasi. Tercatat sekitar 1.000 orang hadir, yang terdiri dari atlet, ofisial, serta keluarga yang mendampingi peserta.
Elzadaswarman mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Archery Merdeka 2026. Ia menilai kompetisi panahan tidak sebatas ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter anak muda agar memiliki kedisiplinan, konsentrasi, serta semangat pantang menyerah.
Menurutnya, Pemko Payakumbuh akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga yang mampu menjadi sarana pembinaan atlet sejak usia dini. Selain itu, berbagai kejuaraan olahraga juga dinilai dapat memperkuat posisi Payakumbuh sebagai salah satu daerah tujuan penyelenggaraan event olahraga berskala besar.
“Pemerintah Kota Payakumbuh menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Selain menjadi sarana pembinaan atlet muda sejak dini, event seperti ini juga menjadi bagian dari langkah menjadikan Payakumbuh sebagai kota penyelenggara berbagai kegiatan olahraga tingkat nasional,” kata Elzadaswarman.
Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah juga dinilai memberikan keuntungan bagi perekonomian masyarakat. Para atlet dan pendamping membutuhkan berbagai layanan selama berada di Payakumbuh, mulai dari penginapan, makanan, hingga kebutuhan lainnya yang turut menggerakkan usaha masyarakat dan UMKM.
Pemko Payakumbuh pun membuka peluang untuk kembali menjadi tuan rumah kejuaraan panahan dengan skala lebih besar. Salah satu event yang berpotensi digelar adalah Battle of Turtles (BOT) yang diinisiasi Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI).
Festival Archery Merdeka 2026 merupakan hasil kerja sama Fakultas Peternakan Unand Payakumbuh, Unit Keolahragaan (UKO), Nusaibah Sunnah Sport Academy (NUSA), dan KPBI.
Pertandingan digelar menggunakan 25 target panahan dengan jarak yang disesuaikan berdasarkan kategori peserta. Jarak tembak dimulai dari 5 meter untuk kelompok anak-anak hingga 50 meter bagi kategori dewasa. Peserta termuda dalam kejuaraan tersebut diketahui masih berusia empat tahun.
Perwakilan panitia dari Klub NUSA, Umi Atikah, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi media untuk memperkenalkan olahraga panahan kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui latihan yang terarah, olahraga ini diharapkan dapat membantu membentuk pribadi yang memiliki fokus, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi tantangan.
Pemko Payakumbuh berharap sinergi antara pemerintah, komunitas olahraga, dan kalangan akademisi dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat membawa nama Payakumbuh ke tingkat nasional hingga internasional.(da*)


