Jakarta, Rakyatterkini.com – Como 1907 menghadapi potensi sanksi dari UEFA setelah aktivitas transfer klub disorot karena diduga berkaitan dengan aturan Financial Fair Play (FFP). Meski demikian, Presiden Como 1907, Mirwan, Suwarso, mengaku tidak khawatir dengan kemungkinan hukuman tersebut.
Sejak musim 2024-2025, Como dilaporkan telah menggelontorkan dana lebih dari 342 juta euro atau sekitar Rp8,25 triliun untuk mendatangkan pemain. Nilai belanja tersebut menempatkan Como sejajar dengan sejumlah klub besar Italia seperti Juventus, AC Milan, dan Napoli dalam hal kekuatan finansial di bursa transfer.
Pengeluaran klub belum berhenti pada aktivitas transfer. Como juga harus menyiapkan anggaran untuk membayar gaji pemain serta melakukan renovasi Stadion Sinigaglia. Renovasi stadion tersebut menghabiskan sekitar 5 juta euro atau Rp120,6 miliar agar memenuhi standar yang ditetapkan UEFA.
Berpotensi Tersandung FFP
Como 1907 dipastikan tampil di Liga Champions 2026-2027 setelah secara mengejutkan mengakhiri Serie A 2025-2026 di posisi keempat. Pencapaian tersebut membuat klub berjuluk I Lariani itu mendapat kesempatan tampil di kompetisi Eropa.
Namun, besarnya pengeluaran Como membuat aktivitas finansial mereka berpotensi mendapat perhatian serius dari UEFA. Klub dapat dikenai sanksi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan FFP, khususnya jika pengeluaran klub dinilai tidak sebanding dengan pendapatan yang tercatat secara resmi.
Hukuman yang dapat diberikan UEFA memiliki beberapa tingkatan. Dalam kondisi paling berat, Como bahkan berpotensi dikeluarkan dari kompetisi antarklub Eropa.
Mirwan Tidak Khawatir
Mirwan Suwarso menyatakan bahwa kemungkinan mendapat sanksi UEFA bukan sesuatu yang mengejutkan bagi Como. Ia menilai risiko tersebut merupakan bagian dari konsekuensi yang harus dihadapi klub dalam menjalankan ambisinya.
“UEFA tidak perlu mengajari saya. Kalau mau dihukum, hukum saja,” ujar Mirwan, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, segala konsekuensi yang muncul merupakan bagian dari tantangan yang harus dilewati Como. Ia menegaskan klub siap menghadapi setiap keputusan yang nantinya diberikan UEFA.
Selain persoalan FFP, Como juga menghadapi kendala lain menjelang debutnya di Liga Champions. Klub diperkirakan kesulitan memenuhi ketentuan UEFA mengenai delapan pemain homegrown atau pemain binaan yang wajib masuk dalam daftar skuad.
Situasi tersebut membuat tim asuhan Cesc Fabregas kemungkinan hanya dapat mendaftarkan sekitar 16-17 pemain untuk Liga Champions 2026-2027.(da*)


