Notification

×

Iklan

Banjir Rusak Irigasi Sawah di Padang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:45 WIB Last Updated 2026-08-08T03:45:00Z

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang mengeruk Sungai 

Padang, Rakyatterkini.com – Banjir yang melanda Kota Padang pada Senin (3/8/2026) membawa dampak serius terhadap sektor pertanian. Selain menggenangi permukiman, bencana tersebut juga merusak sejumlah jaringan irigasi di Kecamatan Kuranji dan Pauh. Kerusakan itu berpotensi menghambat distribusi air ke lahan persawahan masyarakat.

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan perbaikan di sejumlah titik. Penanganan fisik di lapangan mulai dilakukan sejak Rabu (5/8/2026), terutama untuk memastikan kebutuhan air bagi tanaman padi tetap terpenuhi sehingga petani tidak mengalami gagal panen.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim monitoring dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Irigasi Wilayah 1 untuk mengecek dan menangani lokasi jaringan irigasi yang terdampak.

Saat meninjau kondisi lapangan pada Jumat (7/8/2026), Malvi menyebut perbaikan di Daerah Irigasi (DI) Guo Atas telah dilakukan sejak 5 Agustus melalui kegiatan Operasional Pemeliharaan (OP). Upaya tersebut difokuskan untuk kembali melancarkan aliran air menuju sawah di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji.

Tidak hanya di Guo Atas, PUPR juga melakukan penanganan pada sejumlah jaringan irigasi lain yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan sumber pembiayaan yang berbeda, termasuk anggaran operasional pemeliharaan dan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Di DI Ampang Beringin, Kecamatan Kuranji, misalnya, saluran irigasi mengalami kerusakan cukup parah dengan panjang sekitar 10 meter. Perbaikan saluran tersebut ditangani melalui anggaran Operasional Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA).

Sementara itu, kerusakan pada DI Lolo 1 ditangani melalui proyek yang telah dikontrakkan kepada CV Erindo Ihsan Persada. Pekerjaan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari TKD dan telah mulai dilaksanakan.

Penanganan lainnya berlangsung di DI Limau Manis, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh. Di lokasi tersebut, kerusakan terjadi pada bagian struktur bendungan sehingga diperlukan pekerjaan perbaikan yang lebih besar. Rekanan yang ditunjuk telah mendirikan kantor lapangan sementara dan mulai mengirimkan peralatan berat ke lokasi.

Malvi menjelaskan, hasil pemantauan UPT Irigasi Wilayah 1 menunjukkan beberapa pekerjaan yang tengah dilakukan mencakup penanganan DI Lolo 1, perbaikan saluran sepanjang sekitar 10 meter di DI Ampang Beringin, serta perbaikan bendungan DI Limau Manis. Seluruh pekerjaan tersebut merupakan bagian dari respons Pemko Padang terhadap kerusakan jaringan irigasi akibat banjir.

Pemko Padang berharap percepatan pemulihan jaringan irigasi dapat segera mengembalikan pasokan air ke lahan pertanian. Dengan demikian, aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan dan potensi kerugian petani akibat terganggunya pengairan dapat ditekan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update