Notification

×

Iklan

Alat ISPU Sumbar Rusak Sejak Juni

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:22 WIB Last Updated 2026-08-15T18:22:00Z

Kabut asap yang menyelimuti Kota Padang

Padang, Rakyatterkini.com — Pemantauan kualitas udara di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini menghadapi kendala setelah perangkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terpasang di depan Kantor Gubernur Sumbar mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuadi, menyampaikan bahwa kerusakan perangkat tersebut telah diketahui sejak Juni 2026. Salah satu bagian yang bermasalah berada pada atap alat yang mengalami kebocoran.

Perangkat ISPU itu merupakan sistem pemantauan kualitas udara yang terkoneksi langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup. DLH Sumbar telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat sejak kerusakan diketahui.

Tasliatul mengatakan, laporan terkait kerusakan kembali diteruskan kepada pihak Kementerian Lingkungan Hidup pada Kamis (13/8/2026) melalui direktur yang membidangi persoalan tersebut.

Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan sehingga pemantauan kualitas udara secara langsung dapat kembali berjalan. Menurutnya, data secara real time sangat diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kualitas udara, khususnya ketika Sumbar menghadapi periode El Nino.

Kebutuhan pemantauan semakin penting karena wilayah Sumbar mulai memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan informasi dari BMKG, periode puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September. Sementara itu, DLH Sumbar menemukan lebih dari 200 titik panas atau hotspot selama periode 1 hingga 13 Agustus 2026.

Temuan hotspot tersebut diketahui melalui koordinasi dengan Dinas Kehutanan serta pemantauan menggunakan satelit NOAA. Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, antara lain Dharmasraya, Sijunjung, Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota.

Meski kabut asap mulai terlihat secara kasatmata di beberapa daerah, DLH Sumbar menyatakan kualitas udara secara umum masih berada dalam kondisi yang relatif aman.

Hasil pengukuran dari perangkat pemantauan yang berada di Padang Pariaman selama 13 hari terakhir menunjukkan parameter kualitas udara masih berada pada kategori baik hingga sedang.

Tasliatul menjelaskan, munculnya kabut asap secara visual belum berarti kualitas udara telah mencapai tingkat berbahaya. Berdasarkan indikator yang terukur, kondisi udara Sumbar masih berada dalam batas kategori baik hingga sedang.

Ia menegaskan kualitas udara di Sumbar hingga saat ini belum masuk kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, ataupun berbahaya. Kondisinya masih berada pada level yang tergolong baik atau ditandai dengan kategori hijau.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update