Notification

×

Iklan

Abu Krakatau Hujani Empat Kecamatan

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:44 WIB Last Updated 2026-08-19T19:38:02Z

Erupsi Gunung Anak Krakatau 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda mengalami peningkatan dan mulai memberikan dampak kepada masyarakat di pesisir Lampung Selatan. Hujan abu vulkanik dilaporkan mengguyur empat kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada Rabu (19/8/2026).

Wilayah yang terdampak sebaran abu akibat tiupan angin tersebut mencakup Kecamatan Bakauheni, Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa, termasuk kawasan Pulau Sebesi.

Pulau Sebesi menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah karena lokasinya paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik terlihat menumpuk di halaman dan atap rumah, bahkan masuk ke dalam bangunan serta mengotori sejumlah perabot milik warga.

Kondisi itu membuat masyarakat harus lebih sering membersihkan rumah untuk mengurangi paparan abu yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan merespons kondisi tersebut dengan menyiagakan tenaga medis dan petugas kesehatan dari sejumlah puskesmas. Prioritas diberikan kepada wilayah yang mengalami paparan abu vulkanik cukup berat.

Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan Dinas Kesehatan telah menyalurkan ribuan masker kepada masyarakat di lokasi terdampak.

“Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, sebanyak 1.500 masker telah dibagikan di kawasan Dermaga Canti dan sekitarnya. Sementara 3.000 masker lainnya diperuntukkan bagi masyarakat di Pulau Sebesi,” kata Supriyanto, Rabu (19/8/2026).

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan masker dan pelindung mata ketika harus beraktivitas di luar rumah. Warga yang termasuk kelompok rentan, seperti bayi, lanjut usia, serta ibu hamil, juga dianjurkan membatasi kegiatan di luar ruangan.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan makanan dan tempat penyimpanan air minum tertutup rapat. Langkah tersebut penting untuk mencegah abu vulkanik mencemari bahan makanan maupun air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Jumlah erupsi tertinggi tercatat pada Senin (17/8/2026), ketika gunung api tersebut mengalami 20 kali letusan.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan gunung api dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update