Padang Aro, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) resmi menjalin kerja sama untuk mengembangkan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui wilayah Solok Selatan.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup pengembangan wisata alam pendakian di kawasan seluas 55 hektare. Area tersebut berada pada sebagian zona pemanfaatan, zona rehabilitasi, dan zona rimba kawasan TNKS di Kecamatan Sangir.
Kesepakatan ini berlaku selama empat tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan kedua pihak. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah bersama TNKS akan melakukan berbagai upaya pengembangan, mulai dari peningkatan jalur pendakian, pembangunan fasilitas pendukung, promosi wisata, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas menyampaikan bahwa pembukaan jalur pendakian Gunung Kerinci dari sisi Solok Selatan tidak hanya bertujuan meningkatkan akses wisatawan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan akan dikembangkan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha bagi warga, seperti jasa pemandu, porter, homestay, kuliner, transportasi, hingga produk UMKM," ujar Khairunas saat penandatanganan kerja sama di Ruang Rapat Bupati, Senin (13/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, seluruh kegiatan pembangunan sarana dan prasarana tetap mengacu pada aturan konservasi lingkungan. Pemerintah memastikan pengembangan wisata tersebut tidak mengurangi fungsi utama kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung yang masuk dalam daftar Seven Summits Indonesia ini selama ini menjadi magnet bagi pendaki lokal maupun wisatawan mancanegara.
Dengan hadirnya jalur pendakian melalui Solok Selatan, para pendaki nantinya memiliki alternatif rute baru untuk mencapai puncak Gunung Kerinci. Selain menawarkan tantangan pendakian, jalur ini juga menyuguhkan keindahan hutan hujan tropis TNKS yang masih terjaga.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap pengembangan jalur tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata, seperti layanan pemandu, penginapan, transportasi, usaha kuliner, serta berbagai produk UMKM.
Selain aktivitas pendakian, wisatawan juga dapat menikmati kekayaan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Solok Selatan.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi alam dan pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan. (Alwis)


