Notification

×

Iklan

Pilot AS Ungkap Drone Iran Berbentuk Ubur-Ubur

Rabu, 24 Juni 2026 | 22:39 WIB Last Updated 2026-06-24T15:39:00Z

Pilot jet tempur F-15E AS mengungkap kengerian serangan drone Iran 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Seorang pilot jet tempur F-15E milik Amerika Serikat (AS) yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran pada April lalu mengungkap pengalaman mencekam saat menghadapi serangan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). 

Dalam kesaksiannya, ia melihat drone-drone Iran bergerak di udara dengan pola menyerupai ubur-ubur.

Pilot yang identitasnya dirahasiakan tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan kursi pelontar dan mendarat di wilayah Iran. Ia bersama rekannya yang bertugas sebagai operator sistem senjata kemudian dievakuasi secara terpisah oleh pasukan khusus AS.

Berdasarkan keterangan empat pejabat intelijen AS kepada CNN, Rabu (24/6/2026), pilot tersebut menyebut drone Iran terbang secara terkoordinasi membentuk pola unik yang menyerupai ubur-ubur. Informasi ini memicu perdebatan di kalangan intelijen AS dan hingga kini belum mencapai kesimpulan yang pasti.

Apabila laporan tersebut benar, maka kemampuan tempur IRGC dinilai mengalami perkembangan signifikan yang cukup mengkhawatirkan. Salah satu sumber intelijen menggambarkan bahwa beberapa drone tampak saling terhubung dan bergerak bersama, dengan drone kecil berada di bawah drone yang lebih besar, menyerupai tentakel. Ia bahkan menyebut pemandangan itu seperti sesuatu yang tidak biasa, layaknya makhluk asing.

Sumber lain menambahkan bahwa pilot juga melihat semacam “ladang ranjau” drone di udara. Meski penyebab pasti jatuhnya F-15E masih dalam penyelidikan, dugaan awal mengarah pada formasi drone tersebut sebagai faktor utama.

Setiap pesawat F-15E diawaki oleh dua orang, yakni pilot dan operator sistem senjata. Keduanya berhasil ditemukan dalam operasi penyelamatan yang disebut Presiden Donald Trump sebagai salah satu misi penyelamatan terbesar di wilayah musuh.

Pilot berhasil dievakuasi beberapa jam setelah insiden, sementara rekannya sempat melarikan diri ke pegunungan untuk menghindari penangkapan selama lebih dari satu hari sebelum akhirnya diselamatkan.

Insiden ini menjadi yang pertama kalinya pesawat tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran sejak konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026. Selain itu, sebuah pesawat A-10 juga dilaporkan ditembak jatuh, namun pilotnya berhasil menyelamatkan diri dan mendarat di luar wilayah Iran.

Di sisi lain, kalangan intelijen AS masih berbeda pendapat dalam menilai kesaksian pilot F-15E tersebut. Ada yang menduga ia mengalami gegar otak akibat insiden tersebut, sehingga memengaruhi persepsinya.

Terlebih, ini merupakan kali kedua pilot tersebut mengalami kejadian serupa selama konflik Iran. Sebelumnya, pesawat yang ia kendalikan pernah ditembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait akibat kesalahan identifikasi sebagai target musuh.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update