Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang memperingati 68 tahun pengambilalihan perusahaan dari pengelolaan Belanda melalui sebuah upacara yang berlangsung di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (6/7/2026).
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang nasionalisasi perusahaan yang terjadi pada 5 Juli 1958, sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjang PT Semen Padang dalam mempertahankan perannya sebagai salah satu industri strategis nasional.
Upacara dipimpin oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, yang bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, jajaran direksi, Komisaris Utama PT Semen Padang Wery Darta Taifur, serta seluruh keluarga besar Semen Padang Group.
Suasana peringatan semakin semarak dengan tradisi pelepasan balon berisi vandel berhadiah. Sebanyak dua vandel, masing-masing dapat ditukarkan dengan 68 zak semen, dilepas dan dapat ditemukan serta diklaim oleh masyarakat.
Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue sebagai simbol perayaan, pemberian suvenir kepada karyawan, serta pembukaan Sportalympic, yaitu ajang kompetisi olahraga dan seni yang diikuti seluruh insan Semen Padang Group.
Dalam sambutannya, Indrieffouny Indra yang pernah berkarier di PT Semen Padang sebelum memimpin SIG mengajak seluruh karyawan untuk terus menjaga semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.
Ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada PT Semen Padang seraya berharap perusahaan terus berkembang, melakukan transformasi, dan menjadi kebanggaan bangsa.
Menurutnya, industri semen saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kelebihan pasokan di pasar domestik, ketidakpastian kondisi geopolitik dunia, hingga fluktuasi harga energi. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran memperkuat sinergi, kolaborasi, serta menjaga integritas dalam menjalankan perusahaan.
Indrieffouny juga menegaskan pentingnya melanjutkan transformasi perusahaan yang telah berjalan sejak Juli 2025 dengan mempercepat implementasi tiga strategi utama, yaitu Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative.
Strategi Go to Market, katanya, tidak hanya mengejar peningkatan volume penjualan, tetapi juga memperluas jaringan distribusi, mengoptimalkan layanan digital, serta memperkuat penjualan korporasi melalui penyediaan solusi yang memberi nilai tambah bagi pelanggan.
Sementara itu, konsep Cost Leadership diharapkan menjadi budaya kerja seluruh karyawan dengan mengedepankan efisiensi melalui inovasi dan kolaborasi. Adapun Business Derivative diarahkan untuk mengembangkan produk-produk turunan semen sebagai sumber pertumbuhan baru sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis inti.
Di sisi lain, SIG juga tengah menjalankan program penataan portofolio anak perusahaan. Dari sekitar 40 entitas yang dimiliki, perusahaan akan memfokuskan pengembangan pada sekitar 11 anak usaha yang dinilai memiliki daya saing lebih kuat. Proses tersebut dipastikan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta memperhatikan kepentingan para pekerja yang terdampak.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan peringatan ini merupakan simbol keberhasilan bangsa Indonesia dalam mengelola aset strategis yang sebelumnya dikuasai pihak asing.
Ia menilai peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa transformasi harus terus dilakukan agar perusahaan mampu menghadapi tekanan di industri semen. Dengan semangat kebersamaan dan perjuangan, PT Semen Padang diyakini dapat meningkatkan daya saing di masa mendatang.
Secara historis, pada 5 Juli 1958 pemerintah Indonesia mengambil alih NV Padang Portland Cement Maatschappij (PPCM) dari pemerintah Belanda. Langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui program yang digagas BAPPIT.(da*)


