Notification

×

Iklan

SDN 33 Rawang Bantah Dugaan Perundungan NH

Selasa, 28 Juli 2026 | 22:14 WIB Last Updated 2026-07-28T15:14:00Z

Pihak Sekolah Angkat Bicara soal Dugaan Perundungan Siswi SD di Padang yang Meninggal Dunia

Padang, Rakyatterkini.com  – Meninggalnya seorang siswi kelas III SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, berinisial NH (10), masih menjadi sorotan masyarakat. Peristiwa ini menjadi perhatian setelah pihak keluarga menduga korban sempat mengalami perundungan di sekolah sebelum kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Dugaan tersebut memunculkan berbagai reaksi dari publik. Sejumlah pihak meminta agar penyebab pasti meninggalnya korban dapat diungkap secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak SD Negeri 33 Rawang memberikan penjelasan terkait tudingan adanya perundungan terhadap siswinya.

Kepala SD Negeri 33 Rawang, Siptah Hayadi, mengatakan sekolah telah melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari guru maupun siswa guna mengetahui fakta yang sebenarnya.

Dari hasil penelusuran sementara, kata Siptah, pihak sekolah belum menemukan bukti yang mengarah pada dugaan bahwa NH menjadi korban perundungan selama berada di lingkungan sekolah.

"Hasil penelusuran bersama guru dan sejumlah siswa belum menemukan fakta yang menunjukkan adanya tindakan perundungan terhadap korban," ujar Siptah, Senin (27/7).

Ia menambahkan, informasi yang diperoleh sekolah berbeda dengan keterangan yang telah disampaikan keluarga korban kepada publik.

"Kami sudah meminta keterangan dari berbagai pihak di sekolah. Hingga saat ini belum ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut," katanya.

Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tetap menghormati setiap proses yang berlangsung dan siap memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak berwenang.

Siptah juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya NH. Menurutnya, seluruh guru dan tenaga kependidikan merasa kehilangan karena korban dikenal sebagai siswi yang baik.

Ia menjelaskan, sekolah selama ini menerapkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, baik saat proses belajar mengajar berlangsung maupun ketika jam istirahat. Pengawasan dilakukan dengan membatasi izin keluar kelas saat pelajaran serta menempatkan guru untuk memantau aktivitas siswa di lingkungan sekolah.

Selain dikenal ramah dan mudah bergaul, NH juga disebut memiliki prestasi serta bakat yang membanggakan. Karena itu, pihak sekolah mengaku terkejut saat muncul dugaan perundungan yang dikaitkan dengan meninggalnya siswi tersebut.

"Kami sangat kehilangan. NH adalah anak yang pintar dan berbakat. Setelah menerima kabar duka, para guru bersama komite sekolah juga datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa," tutur Siptah.

Sementara itu, ayah korban, Wahid Al Amin, mengungkapkan putrinya mulai mengeluhkan rasa sakit beberapa jam setelah pulang dari sekolah. Meski telah diberi obat di rumah, kondisi NH disebut terus memburuk.

Keesokan harinya, korban tidak dapat mengikuti kegiatan belajar karena mengeluhkan nyeri hebat di bagian pinggang. Keluhan tersebut semakin parah hingga membuatnya kesulitan bergerak.

Pada malam harinya, NH mengalami demam tinggi disertai rasa sakit yang semakin hebat. Keluarga pun berencana membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, proses membawa korban sempat mengalami kendala karena setiap kali dipindahkan NH mengaku merasakan sakit yang luar biasa. Setelah tiba di rumah sakit, tim medis kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan.

Meski demikian, Wahid mengaku tidak berniat melaporkan dugaan yang dialaminya kepada pihak berwajib. Ia mengaku tidak ingin proses hukum berujung pada pembongkaran makam putrinya untuk kepentingan penyelidikan.

"Saya tidak mau melaporkan karena kasihan nanti kubur anak saya dibongkar lagi untuk penyelidikan. Biar Tuhan saja yang membalas mereka," ujar Wahid.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update