Notification

×

Iklan

Rupiah Melemah ke Rp18.014 per Dolar AS

Minggu, 12 Juli 2026 | 13:48 WIB Last Updated 2026-07-12T06:55:05Z

Ilustrasi.

Jakarta, Rakyatterkini.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Mata uang Garuda turun 34 poin atau sekitar 0,19 persen sehingga berada di posisi Rp18.014 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran. 

Menurutnya, Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan dimulainya serangkaian operasi militer yang disebut sebagai respons dengan memberikan "konsekuensi berat" atas serangan Iran terhadap jalur pelayaran komersial.

Berikut sejumlah faktor yang dinilai memicu pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Konflik yang terus memanas di kawasan Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya distribusi energi dari Timur Tengah. Kondisi tersebut memperbesar risiko gangguan pasokan minyak dunia dan mendorong ketidakpastian di pasar keuangan global.

Selain itu, situasi semakin rumit setelah Amerika Serikat mencabut kebijakan yang sebelumnya memberi ruang bagi Iran untuk menjual minyak ke pasar internasional. Langkah tersebut diperkirakan akan memperketat pasokan minyak dalam beberapa pekan mendatang.

Iran juga dilaporkan menyerang sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz. Insiden tersebut memperburuk hubungan antara Teheran dan Washington sekaligus menambah ketidakpastian terhadap keamanan jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.

Ibrahim menilai eskalasi terbaru ini berpotensi menghambat peluang tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara, sehingga prospek perundingan di masa mendatang menjadi semakin tidak menentu.

Di sisi lain, perhatian pelaku pasar kini beralih pada rilis notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat periode Juni. Dokumen tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang akan menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update