Padang, Rakyatterkini.com – Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang kembali meningkatkan kualitas layanan kesehatannya dengan menghadirkan prosedur pemasangan flow diverter untuk penanganan aneurisma pembuluh darah otak.
Tindakan yang dilakukan pada Jumat (10/7/2026) ini menjadi yang pertama di rumah sakit tersebut sekaligus menandai kemajuan layanan neurovaskular di wilayah Sumatera Bagian Tengah.
Aneurisma otak merupakan kondisi pelebaran pembuluh darah yang berisiko pecah dan dapat mengancam keselamatan pasien. Melalui teknologi flow diverter, penanganan kini dapat dilakukan dengan metode minimal invasif tanpa harus menjalani operasi bedah tengkorak terbuka.
Prosedur perdana tersebut diterapkan kepada seorang pasien perempuan berusia 56 tahun. Tim dokter RS Dr. M. Djamil melakukan tindakan menggunakan kateter yang diarahkan menuju lokasi aneurisma, dengan pendampingan langsung dari tim Proctoring Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Mahar Mardjono Jakarta sebagai rumah sakit koordinator pengampuan stroke nasional.
Flow diverter merupakan teknologi intervensi saraf modern berupa pemasangan stent khusus berbentuk silinder berjaring di dalam pembuluh darah. Alat ini berfungsi mengubah pola aliran darah sehingga tekanan pada aneurisma berkurang dan pembuluh yang mengalami pelebaran dapat menutup secara bertahap.
Direktur Utama RS Dr. M. Djamil, dr. Dovy Djanas, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan neurointervensi di rumah sakit. Menurutnya, tindakan penanganan aneurisma dengan teknik coiling sebelumnya telah beberapa kali dilakukan, namun penggunaan flow diverter baru pertama kali berhasil diterapkan.
Ia menilai pencapaian tersebut bukan hanya didukung oleh teknologi medis yang semakin canggih, tetapi juga hasil peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui kerja sama yang erat dengan RSPON dalam program pengampuan stroke nasional.
Dengan hadirnya layanan tersebut, masyarakat di Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan daerah sekitar kini memiliki akses terhadap penanganan aneurisma otak yang lebih modern tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar wilayah.
Dr. Dovy berharap kegiatan pendampingan yang dilakukan bersama tim RSPON dapat menjadi awal berkembangnya layanan neurointervensi di RS Dr. M. Djamil sehingga berbagai kasus yang lebih kompleks dapat ditangani secara mandiri di masa mendatang.
Ketua Tim Proctoring RSPON, dr. Bambang Tri Prasetyo, menjelaskan bahwa pemasangan flow diverter membutuhkan kemampuan teknis dan pengalaman yang tinggi karena setiap kasus memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Oleh sebab itu, pendampingan dilakukan agar tim medis RS Dr. M. Djamil memperoleh pengalaman langsung dalam menangani kasus-kasus spesifik.
Ia menambahkan, program serupa sebelumnya juga telah diterapkan di RS Prof. dr. Kandou Manado serta RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sebagai bagian dari penguatan layanan neurointervensi di berbagai daerah.
Pelaksanaan tindakan perdana ini turut disaksikan oleh jajaran pimpinan dan dokter spesialis RS Dr. M. Djamil bersama tim ahli dari RSPON yang terdiri dari dokter spesialis serta tenaga perawat berpengalaman.
Melalui keberhasilan penerapan teknologi flow diverter, RS Dr. M. Djamil menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan neurovaskular yang semakin lengkap, modern, dan berkualitas bagi masyarakat di Sumatera Bagian Tengah.(da*)


