Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Puskesmas Sungai Tarab II berhasil meningkatkan partisipasi balita dalam kegiatan Posyandu di Jorong Koto Hiliang melalui program inovatif bertajuk "Ayo Ajak Anak Ulang Tahun ke Posyandu Ceria".
Program ini menjadi upaya strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui deteksi dini pertumbuhan dan kesehatan anak.
Sebelum program tersebut diterapkan, tingkat kehadiran balita di Posyandu Jorong Koto Hiliang masih rendah, hanya berada pada kisaran 50 hingga 60 persen.
Kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kesibukan orang tua, rasa takut anak terhadap imunisasi, hingga pemahaman yang kurang tepat bahwa Posyandu hanya sebatas tempat melakukan penimbangan.
Melihat situasi tersebut, Bidan Desa bersama Kepala Puskesmas Sungai Tarab II menggagas pendekatan baru dengan mengubah pola pikir masyarakat. Jika sebelumnya orang tua yang mengajak anak datang ke Posyandu, melalui inovasi ini justru anak didorong menjadi alasan bagi orang tua untuk hadir.
Program tersebut dikemas dalam bentuk perayaan ulang tahun bersama bagi anak-anak yang lahir pada bulan yang sama dengan jadwal pelaksanaan Posyandu. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan pelayanan Posyandu dan mendapat dukungan dari Kepala Puskesmas, Bidan Desa, serta kader kesehatan melalui kerja sama dan pendanaan secara mandiri.
Hasilnya, tingkat kunjungan balita mengalami peningkatan signifikan. Setelah berjalan selama tiga bulan, capaian kehadiran balita meningkat hingga 99 persen dan mencapai 100 persen pada bulan terakhir pelaksanaan.
Kepala Puskesmas Sungai Tarab II, apt. Richa Anggraini, S.Farm, mengatakan keberhasilan inovasi tersebut menjadi motivasi bagi pihaknya untuk memperluas penerapan program di seluruh wilayah kerja Puskesmas Sungai Tarab II.
"Keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi kami. Kami akan terus mengembangkan inovasi 'Ayo Ajak Anak Ulang Tahun ke Posyandu Ceria' agar dapat diterapkan di seluruh Posyandu dan membantu menurunkan angka stunting," ujar Richa.
Selain meningkatkan jumlah kunjungan balita, program ini juga memperkuat pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui konsep tersebut, pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih menyeluruh berdasarkan tahapan siklus kehidupan masyarakat.
Peningkatan kunjungan masyarakat juga berdampak pada pengelolaan data kesehatan. Proses pencatatan melalui aplikasi siGIZI dan e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) kini dapat diselesaikan pada hari yang sama saat kegiatan Posyandu berlangsung.
Jika sebelumnya proses penginputan data menjadi tanggung jawab petugas gizi dan Petugas Wilayah Kerja (PWK), kini kader Posyandu di Jorong Koto Hiliang sudah mampu melakukan pencatatan secara mandiri.
Ke depan, inovasi Posyandu Ceria diharapkan terus berlanjut dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, berkualitas, serta terbebas dari masalah stunting.(Farid)


