Pariaman, Rakyatterkini.com – Harapan baru menyelimuti kehidupan Gasman (54) dan Dahnil (66), dua warga Kecamatan Pariaman Tengah, setelah pembangunan rumah layak huni untuk mereka resmi dimulai. Peletakan batu pertama yang berlangsung pada Kamis (9/7/2026) menjadi awal perubahan bagi keduanya yang selama bertahun-tahun menempati rumah dalam kondisi tidak layak.
Program pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah. Selain memperbaiki kualitas hunian, program ini juga diarahkan untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan memperkuat perlindungan sosial.
Prosesi peletakan batu pertama dipimpin langsung Wali Kota Pariaman, Yota Balad, melalui Program Pariaman Peduli yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Program ini memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun untuk membantu masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
Tahun ini, bantuan diberikan kepada Gasman yang berdomisili di Kelurahan Jalan Kereta Api serta Dahnil, warga Kelurahan Ujuang Batuang, Kecamatan Pariaman Tengah. Penetapan keduanya sebagai penerima bantuan dilakukan setelah melalui proses pendataan dan verifikasi kondisi rumah di lapangan.
Dalam sambutannya, Yota Balad mengatakan bahwa bantuan rumah layak huni bukan hanya sebatas membangun bangunan baru, tetapi juga memberikan kesempatan bagi keluarga penerima untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dengan tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.
Menurutnya, rumah memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pusat kehidupan keluarga. Dari rumah, anak-anak tumbuh dan belajar, sementara orang tua membangun masa depan keluarga. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat sebagai salah satu indikator peningkatan kesejahteraan.
Program Pariaman Peduli menjadi salah satu bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Pariaman dan BAZNAS dalam menyalurkan dana zakat kepada para mustahik. Selain pembangunan rumah layak huni, program tersebut juga mencakup bantuan sosial, bantuan kemanusiaan, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Yota menegaskan seluruh bantuan yang diberikan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola secara transparan dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, proses penentuan penerima dilakukan secara selektif agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Ia juga menekankan bahwa rumah bukan sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan, melainkan fondasi utama dalam membangun kehidupan keluarga yang lebih baik. Dengan hunian yang layak, diharapkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
Upaya pemerintah memperbaiki kondisi perumahan masyarakat tidak hanya berhenti pada dua penerima bantuan tersebut. Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kota Pariaman telah merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 461 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan.
Realisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta dukungan dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPR RI. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kota Pariaman.
Meski demikian, Yota meminta pemerintah desa dan kelurahan terus memperbarui data warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Pendataan yang akurat dinilai penting agar pemerintah dapat mengusulkan tambahan bantuan kepada pemerintah pusat sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program tersebut.
"Kami berharap pemerintah desa dan kelurahan terus melakukan pendataan. Jika masih ada warga yang belum memperoleh bantuan rumah layak huni, segera usulkan agar dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah," ujarnya.
Selain itu, Yota mengajak masyarakat untuk kembali menguatkan semangat gotong royong dalam membantu proses pembangunan rumah penerima manfaat. Menurutnya, keterlibatan warga akan mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus mempererat rasa kebersamaan di lingkungan sekitar.
Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Pelaksana Tugas Ketua BAZNAS Kota Pariaman Elfis Chandra, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, niniak mamak, serta tokoh masyarakat dari kedua kelurahan.
Melalui Program Pariaman Peduli, Pemerintah Kota Pariaman berharap penyediaan rumah layak huni tidak hanya menyelesaikan persoalan tempat tinggal, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.(SUGER*)


