Notification

×

Iklan

BNPB Wujudkan Hunian Baru bagi Korban Bencana di Pariaman

Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:06 WIB Last Updated 2026-07-11T10:06:28Z

Warga Pariaman Terima Huntap Tahan Gempa Pascabencana. 

Pariaman, Rakyatterkini.com – Setelah menanti selama delapan bulan sejak bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Emridona (53), warga Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, akhirnya dapat kembali menempati rumah yang layak. Rumah lamanya mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi pada akhir 2025.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat terdampak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan secara simbolis kunci Hunian Tetap (Huntap) Mandiri kepada Emridona pada Jumat (10/7/2026). Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad.

Hunian tersebut menjadi Huntap Mandiri pertama di Kota Pariaman yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock (Semen Padang Bata Interlock), inovasi material konstruksi dari PT Semen Padang. Sistem bata interlock ini dirancang agar bangunan lebih kuat menghadapi guncangan gempa sekaligus memiliki konsep yang lebih ramah lingkungan.

Penyerahan rumah permanen ini menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dijalankan pemerintah. Tahapan tersebut menandai beralihnya fokus penanganan dari masa tanggap darurat menuju upaya pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rustian menyampaikan bahwa penanganan dampak bencana di Sumatera Barat berlangsung relatif cepat dibandingkan sejumlah daerah lain yang juga terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi perangkat daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Kota Pariaman.

"Tiga provinsi di Sumatera terdampak bencana pada akhir November 2025. Alhamdulillah, Sumatera Barat termasuk yang cepat dalam penanganan darurat pascabencana. Ini merupakan hasil kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, Forkopimda, dinas terkait, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Rustian.

Ia berharap rumah yang telah selesai dibangun dapat dimanfaatkan sebagai tempat tinggal yang nyaman sekaligus dirawat dengan baik oleh keluarga penerima manfaat.

Rustian juga menjelaskan bahwa bangunan Huntap Mandiri tersebut telah memenuhi ketentuan teknis pemerintah. Material Sepablock yang digunakan telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Kawasan Permukiman sehingga layak diterapkan sebagai material bangunan permanen, khususnya di wilayah yang memiliki potensi bencana.

"Rumah ini sudah selesai dibangun. Kami yakin konstruksinya memenuhi standar yang ditetapkan sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga yang menempatinya," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menilai pembangunan Huntap Mandiri bukan hanya menghadirkan tempat tinggal baru, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya kehidupan masyarakat setelah terdampak bencana.

Ia mengapresiasi dukungan BNPB dan pemerintah pusat yang telah mempercepat proses rehabilitasi bagi warga terdampak di Kota Pariaman.

Menurut Yota, rumah yang diterima Emridona memiliki nilai tersendiri karena menjadi Huntap Mandiri pertama di Kota Pariaman yang menggunakan teknologi Sepablock. Sistem konstruksi tersebut dinilai mampu menghasilkan bangunan yang lebih kokoh, efisien, serta memiliki ketahanan lebih baik terhadap gempa.

"Rumah ini menjadi istimewa karena merupakan Huntap Mandiri pertama di Kota Pariaman yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock. Kami berharap ini menjadi contoh pembangunan hunian yang aman bagi masyarakat, terutama di daerah yang memiliki risiko bencana," ujarnya.

Ia menambahkan, relokasi dan pembangunan hunian tetap merupakan bagian dari upaya pemerintah memindahkan masyarakat dari kawasan yang dinilai rawan bencana menuju lingkungan yang lebih aman. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko apabila terjadi bencana serupa di masa mendatang.

Yota juga berharap rumah yang telah diserahkan benar-benar dihuni oleh penerima manfaat sehingga tujuan program rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Bagi Emridona, rumah baru tersebut menjadi harapan baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Ia mengaku bersyukur karena kini keluarganya kembali memiliki hunian yang aman dan nyaman.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BNPB, Pemerintah Kota Pariaman, dan semua pihak yang telah membantu kami. Rumah ini akan kami tempati dan kami rawat sebaik mungkin sebagai bentuk rasa syukur atas bantuan yang diberikan," tutur Emridona.

Program Huntap Mandiri merupakan salah satu upaya pemerintah mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana melalui penyediaan hunian permanen yang lebih aman dan tangguh. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya di wilayah pesisir barat Sumatera yang rentan terhadap gempa bumi, banjir, maupun cuaca ekstrem.

Penyerahan Huntap Mandiri di Kota Pariaman menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Tahap rehabilitasi, pembangunan hunian yang lebih tangguh, serta pengurangan risiko bencana menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan sejahtera. (suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update