Padang, Rakyatterkini.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Bio Solar terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Padang pada Senin (6/7/2026).
Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, di beberapa lokasi pengisian.
Berdasarkan pemantauan di tiga SPBU di Kota Padang, keterlambatan distribusi menjadi penyebab utama kosongnya stok BBM di sejumlah titik. Selain mengamati situasi di lapangan, petugas SPBU dan masyarakat juga dimintai keterangan mengenai kondisi tersebut.
Di SPBU Gunung Pangilun (14.251.507), antrean kendaraan sudah terlihat sejak pagi. Kendaraan pribadi, sepeda motor, hingga mobil angkutan barang memenuhi area SPBU sambil menunggu pasokan BBM tiba.
Petugas SPBU, Anugrah Habibie, mengatakan distribusi Pertalite mengalami keterlambatan. Menurutnya, kondisi itu diduga dipengaruhi oleh perbaikan jalan yang menghambat arus distribusi serta meningkatnya kepadatan lalu lintas selama masa libur.
Sementara itu, sejumlah pengendara mengaku belum menerima penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan tersebut. Andoko dan Ade berharap ada informasi yang lebih terbuka dari pihak terkait agar masyarakat mengetahui alasan pasti terjadinya antrean panjang di SPBU.
Pemantauan kemudian dilakukan di SPBU Ampang (13.251.510). Aktivitas pengisian BBM di lokasi ini juga dipadati kendaraan. Petugas SPBU, Santi Rahmadhani, menyebut stok Pertalite telah habis sejak Minggu sore, namun dirinya belum mengetahui penyebab pasti keterlambatan pasokan.
Seorang sopir truk pengangkut es kristal, Nanda, mengatakan Bio Solar juga sulit diperoleh di sejumlah SPBU. Menurutnya, stok masih tersedia di beberapa lokasi, tetapi masyarakat dapat memperkirakan ketersediaannya dari kondisi antrean yang terjadi.
Nanda juga menilai praktik pelangsiran BBM diduga turut mempercepat habisnya stok Bio Solar. Akibatnya, sopir angkutan yang benar-benar membutuhkan bahan bakar harus berpindah-pindah SPBU dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre.
Ia berharap pengawasan terhadap praktik tersebut diperketat agar distribusi BBM lebih tepat sasaran.
Di SPBU kawasan Sawahan, Kecamatan Padang Timur (14.251.519), antrean memang tidak sepanjang dua SPBU sebelumnya. Namun, aktivitas pengisian tetap didominasi kendaraan roda dua.
Bagian operasional SPBU, Yudha, membenarkan stok Pertalite dan Bio Solar sempat kosong pada hari yang sama. Ia menjelaskan keterlambatan distribusi dipicu terganggunya akses pengiriman setelah jembatan di kawasan Kelok Kabung menuju Kota Padang putus, sehingga pasokan BBM terlambat tiba.
Menurut Yudha, informasi mengenai keterlambatan distribusi biasanya hanya disampaikan kepada pelanggan yang sedang menunggu di SPBU karena pihaknya belum memiliki media sosial sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat.
Secara umum, hasil pemantauan di ketiga SPBU menunjukkan kondisi yang serupa. Keterlambatan distribusi menyebabkan persediaan Pertalite dan Bio Solar sempat kosong di beberapa lokasi, sehingga memicu antrean panjang kendaraan yang menunggu pasokan kembali tersedia.(da*)


