Notification

×

Iklan

Kapal Pompong Tenggelam di Siak, Tiga Korban Hilang

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:16 WIB Last Updated 2026-07-08T17:16:00Z

Petugas mengevakuasi korban kapal pompong yang tenggelam 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Kapal pompong yang beroperasi di sekitar kapal MV Himala mengalami kecelakaan dan tenggelam di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, pada Selasa (7/7/2026). 

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Pekanbaru terus melanjutkan operasi pencarian. Pada Rabu (8/7/2026), petugas berhasil mengevakuasi seorang korban yang kemudian diketahui bernama Aditya Waskita Jauhari, pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang bertugas di KPPBC TMPB Pekanbaru.

Atas musibah tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyatakan duka cita yang mendalam atas wafatnya Aditya Waskita Jauhari serta menyampaikan simpati atas nama pribadi dan seluruh jajaran Kementerian Keuangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika kapal pompong digunakan untuk kegiatan pemeriksaan draft survey di kapal MV Himala. Diduga kapal kehilangan kendali akibat derasnya arus di sekitar lokasi kejadian sehingga terbawa arus dan masuk ke bawah kapal tongkang yang sedang bersandar di sisi MV Himala sebelum akhirnya tenggelam.

Laporan pertama mengenai insiden tersebut diterima Kantor SAR Pekanbaru dari Jeny, perwakilan Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra. Menindaklanjuti laporan itu, tim penyelamat segera diberangkatkan menuju lokasi.

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa dalam perkembangan operasi pencarian, satu korban meninggal dunia berhasil ditemukan dan diidentifikasi atas nama Desmon. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Kecamatan Sungai Apit. Sementara itu, tiga penumpang berhasil selamat, sedangkan tiga korban lainnya masih belum ditemukan.

Sebanyak 10 personel SAR diterjunkan ke lokasi yang berjarak sekitar 103 kilometer dari Kantor SAR Pekanbaru. Pencarian difokuskan di titik terakhir keberadaan kapal atau Last Known Position (LKP) dengan melakukan penyisiran di permukaan perairan.

Apabila kondisi cuaca dan arus bawah laut mendukung, tim penyelam juga akan diturunkan untuk menyisir dasar perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. SAR Pekanbaru menegaskan seluruh personel dan peralatan yang tersedia telah dikerahkan guna mempercepat proses pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang.

Hingga Rabu (8/7/2026), operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Dari total tujuh penumpang, tiga orang berhasil selamat, satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update