Pariaman, Rakyatterkini.com - Batik selama ini lebih dikenal sebagai warisan budaya dari Pulau Jawa. Namun, Kota Pariaman di pesisir barat Sumatra juga memiliki kekayaan budaya serupa, yakni Batik Sampan, yang kini kembali mendapat perhatian setelah sempat lama tidak berkembang.
Upaya pelestarian Batik Sampan mendapat pengakuan penting pada Selasa (7/7/2026). Kementerian Hukum Republik Indonesia secara resmi menerbitkan sertifikat merek bagi Kelompok Usaha Kerajinan Batik Sampan Pariaman. Sertifikat tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat, Alpius Sarumaha, kepada Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di ruang kerja wali kota.
Bagi masyarakat Pariaman, penerbitan sertifikat ini bukan sekadar bentuk perlindungan hukum, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan salah satu warisan budaya daerah yang pernah hampir hilang.
Nama Batik Sampan berasal dari Desa Sampan yang berada di Kecamatan Pariaman Timur. Sejak abad ke-16, kawasan pesisir Sumatera Barat dikenal sebagai jalur perdagangan maritim yang mempertemukan berbagai bangsa, seperti India, Gujarat, dan Tiongkok. Pertemuan budaya tersebut turut memengaruhi perkembangan teknik pewarnaan dan pembuatan kain di Pariaman. Namun, masuknya produk tekstil modern membuat tradisi membatik di Desa Sampan perlahan meredup hingga vakum selama bertahun-tahun.
Alpius Sarumaha mengatakan, sertifikat merek diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap keaslian produk sekaligus menegaskan bahwa Batik Sampan merupakan karya asli yang lahir dari Kota Pariaman. Perlindungan merek tersebut berlaku selama 10 tahun hingga 3 Oktober 2035.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung pelaku ekonomi kreatif melalui pendampingan dalam pengurusan hak kekayaan intelektual dan berbagai sertifikasi produk lainnya. Menurutnya, keberadaan sertifikat merek menjadi langkah penting agar produk lokal tidak diklaim oleh pihak lain.
Dengan adanya perlindungan hukum tersebut, Batik Sampan diharapkan mampu kembali berkembang sebagai salah satu produk unggulan khas Pariaman yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya daerah.(da*)


