Notification

×

Iklan

Gunung Semeru Erupsi, Abu Vulkanik Capai 800 Meter

Senin, 13 Juli 2026 | 17:35 WIB Last Updated 2026-07-13T10:35:00Z

Gunung Semeru erupsi dengan menyemburkan kolom abu 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 10.22 WIB. Letusan dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang membumbung hingga sekitar 800 meter di atas puncak.

Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu mencapai sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Asap letusan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah timur serta tenggara mengikuti arah angin.

Dalam laporan Badan Geologi disebutkan bahwa erupsi terjadi pada Senin, 13 Juli 2026 pukul 10.22 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak Gunung Semeru.

Hasil pemantauan seismograf mencatat letusan memiliki amplitudo maksimum 21 milimeter dan berlangsung selama 127 detik. Laporan aktivitas vulkanik tersebut disusun oleh petugas pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.

PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. 

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat dan wisatawan juga dilarang memasuki kawasan dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona tersebut dinilai berbahaya karena berisiko terkena lontaran material pijar saat erupsi berlangsung.

Selain ancaman letusan, PVMBG mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar yang dapat mengalir melalui sungai dan lembah berhulu di puncak Semeru. 

Daerah yang perlu mendapat perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, termasuk sejumlah anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan karena berpotensi menjadi jalur aliran lahar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update