Jakarta, Rakyatterkini.com - Gunung Ibu kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.51 WIT.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak gunung atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Ibu, M. Richard Chaniago, menyampaikan bahwa kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal terlihat bergerak ke arah timur laut. Rekaman seismograf juga mencatat erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi sekitar 43 detik.
Dalam keterangannya, Badan Geologi menyebutkan bahwa erupsi terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 16.51 WIT, dengan tinggi kolom letusan terpantau sekitar 500 meter di atas puncak Gunung Ibu.
Sampai laporan itu dirilis, aktivitas Gunung Ibu masih berada dalam pemantauan intensif oleh petugas di Pos Pengamatan Gunung Api untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik selanjutnya.
PVMBG mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Ibu maupun para wisatawan agar tidak memasuki area dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Warga juga diminta menghindari wilayah perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara gunung.
Selain itu, apabila terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan memakai masker untuk melindungi saluran pernapasan serta menggunakan kacamata pelindung guna mengurangi risiko paparan abu.(da*)


