Padang, Rakyatterkini.com - Taman bacaan terbuka yang berada di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang kini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, terutama kalangan pelajar.
Berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan Nomor 2, Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, fasilitas ini menawarkan suasana membaca yang nyaman di ruang terbuka dengan lingkungan yang teduh dan asri.
Konsep tersebut menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan perpustakaan pada umumnya. Selain menjadi tempat membaca, taman literasi ini juga berfungsi sebagai ruang publik edukatif yang dapat dimanfaatkan warga untuk bersantai sekaligus menambah wawasan. Rak-rak buku yang tersusun rapi di area terbuka menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya saat akhir pekan.
Salah seorang pengunjung, Laskar Lazuardi Syarif, siswa SMK Negeri 2 Pariaman, mengaku sengaja datang untuk merasakan suasana membaca di taman tersebut.
Menurutnya, membaca di ruang terbuka terasa lebih nyaman karena tidak dibatasi aturan yang terlalu kaku seperti di dalam ruangan perpustakaan.
Ia menilai udara yang sejuk dan suasana terbuka membuat aktivitas membaca menjadi lebih menyenangkan. Laskar juga berharap koleksi buku terus ditambah, terutama buku bertema kisah para nabi yang menjadi bacaan favoritnya.
Selain koleksi buku, Laskar berharap konsep alami taman tetap dipertahankan. Menurutnya, penambahan pepohonan dan tanaman hijau akan membuat suasana semakin sejuk, tanpa perlu banyak bangunan atau atap yang menutupi area tersebut.
Pendapat serupa disampaikan Saskia Mutia Zahra, siswi SMK Negeri 2 Pariaman. Ia menilai taman bacaan luar ruang merupakan inovasi yang menarik karena mengubah citra perpustakaan menjadi tempat yang lebih santai dan mudah diakses berbagai kalangan.
Menurut Saskia, keberadaan buku di ruang terbuka memungkinkan siapa saja yang sedang beristirahat di taman untuk membaca sambil menambah pengetahuan. Konsep tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan minat baca, baik bagi anak muda maupun keluarga yang datang bersama.
Ia juga mengusulkan agar koleksi bacaan untuk anak-anak diperbanyak, seperti buku cerita dan dongeng. Dengan pilihan buku yang lebih beragam, taman literasi diyakini akan semakin menarik bagi pengunjung dari berbagai kelompok usia.
Respons positif dari para pengunjung menunjukkan bahwa taman bacaan luar ruang Dispusip Kota Padang bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi telah berkembang menjadi ruang literasi yang mendorong budaya membaca dengan cara yang lebih santai, terbuka, dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.(da*)


